BREAKING NEWS
 

30 Ribu Orang Terpapar

Duh Serem, Penularan TBC Di DKI Masih Masif

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 14 September 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono me­ninjau layanan penyakit TBC Resisten Obat (RO) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Ani menyebutkan, Dinkes DKI Jakarta bersama stake­holders terkait fokus mencari penemuan kasus TBC baru di Jakarta. Hasilnya, pada semester I-2024 ditemukan 30 ribu kasus baru TBC di Jakarta. Pihaknya pun langsung melakukan investigasi untuk mengetahui siapa yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan TBC.

Selain itu, sebagai upaya pencegahan, Dinkes DKI Jakarta menggencarkan pembentukan Kampung Siaga TBC di 267 Rukun Warga (RW).

“Mulai dari masyarakat dan komunitas bisa berkontribusi dalam mengendalikan TBC di lingkungan masing-masing,” imbuh Ani yang bilang Dinkes DKI Jakarta memiliki target eliminasi TBC di 2030.

Baca juga : Manchester City Vs Brantford, Waspada, Amukan Haaland Kambuh

Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta pada 2023, ada 60.420 pasien TBC baru dari seluruh pasien terduga yang menjalani pemeriksaan. Dari jumlah terse­but, 9.684 atau sekitar 16 persen adalah anak.

“86 persen sebetulnya sudah melakukan pengobatan tapi masih di bawah target nasional, yakni 95 persen,” ujar Ani.

Ani mengatakan, terdapat 535 dari setiap 100.000 penduduk di DKI Jakarta yang menderita TBC. Karena itu, menurut dia, diperlukan usaha besar untuk bisa meraih target ini pada 2030.

Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Duo Ganda ‘Perang Saudara’

Menurut Ani, TBC merupakan penyakit dengan jumlah kasus yang terus meningkat sehingga memerlukan upaya pengendalian yang serius. Dengan mengembangkan pelayanan dan kemampuan sumber daya agar pengendalian TBC berjalan se­cara berkesinambungan.

Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian ter­tinggi. TBC juga menjadi salah satu dari 10 masalah kesehatan yang menyerang semua siklus hidup manusia mulai dari bayi dan balita, anak-anak, remaja, usia produktif, dan lansia.

Indonesia masuk dalam 10 negara penyumbang dua sepertiga dari total kasus TBC. Indonesia berada di urutan kedua dengan sumbangan 9,2 persen. Sedangkan urutan pertama, yakni India dengan kontribusi 27,9 persen. Perkiraan jumlah kasus TBC di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 969.000 atau 354 per 100.000 penduduk.

Baca juga : Pesertanya Didominasi Jenderal Polisi Dan Jaksa

Bakteri penyebab TBC dapat menyebar ketika pasien TBC batuk atau bersin. Bakteri akan menyebar melalui percikan dahak di udara atau droplet da­hak pasien. Apabila seseorang dinyatakan telah terinfeksi TBC, maka perlu diobati dengan mengonsumsi obat secara teratur dalam kurun waktu 6 bulan.

TBC dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup ber­sih dan sehat. Seperti mencuci tangan dengan sabun, mengon­sumsi makanan yang bergizi seimbang, olahraga secara rutin, memastikan rumah mendapat sinar matahari dan udara segar yang cukup dengan membuka pintu dan jendela setiap pagi agar sirkulasi udara terjaga dengan baik. Dan memakai masker saat menjumpai orang dengan gejala TBC, serta menerapkan etika batuk yang benar.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 14 September 2024 dengan judul 30 Ribu Orang Terpapar, Duh Serem, Penularan TBC Di DKI Masih Masif

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense