Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kabinet Prabowo Diungkap Dasco, Mayoritas Menteri dari Kalangan Profesional
Jumat, 13 September 2024 08:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden terpilih, Prabowo Subianto tidak mau asal-asalan memilih menteri. Supaya roda pemerintahan berjalan maksimal, mayoritas menteri nanti berasal dari kalangan profesional.
Informasi ini disampaikan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dasco memastikan, penyusunan kabinet Prabowo tidak akan menjadi ajang bagi-bagi kursi untuk parpol koalisi semata. Walaupun jatah untuk parpol pengusung tetap ada, kursi menteri bakal lebih banyak diisi kalangan profesional dan ahli.
“Dalam pemenuhan janji kampanye, tentunya juga melihat tempat dan orang yang tepat. Sehingga keberadaan orang-orang profesional lebih banyak kelihatannya daripada parpol,” ungkap Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Wakil Ketua DPR ini menambahkan, saat ini, parpol Koalisi Indonesia Maju (KIM) tengah menggodok komposisi menteri di kabinet Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka. Dia ingin, sosok yang tepat menempati jabatan yang tepat agar pemerintahan mendatang berjalan sesuai target yang ditetapkan Prabowo.
Mengenai jumlah menterinya, Dasco belum bisa menyebut angka pasti. “Belum bisa disampaikan kepada publik, karena masih kami simulasikan,” tuturnya.
Baca juga : Kemenhub Tunggu Pemerintahan Baru
Namun, dia membenarkan wacana akan ada penambahan kementerian yang berorientasi pada optimalisasi program Asta Cita Prabowo-Gibran saat kampanye Pilpres 2024. Dia menyebut, simulasi yang dilakukan terhadap sebuah kementerian bakal dilebur atau dipisahkan, membuat jumlah menteri masih dinamis.
Dasco memastikan, simulasi dari penyusunan nomenklatur kementerian ini, akan rampung sebelum pelantikan Presiden-Wapres, 20 Oktober nanti. “Mungkin nomenklatur maupun orang itu baru akan final H-7 atau H-5,” pungkasnya.
Sebelumnya, beredar kabar, menteri dalam kabinet Prabowo-Gibran akan berjumlah 44 orang. Jumlah ini lebih banyak dari komposisi kabinet saat ini, yang berjumlah 34.
Kabar ini pertama kali disampaikan politisi senior Partai Golkar yang juga Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dia mengaku mendengar obrolan 'warung kopi' soal susunan kabinet.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga menyampaikan, akan ada penambahan jumlah kementerian di kabinet Prabowo-Gibran. "Penambahan (kementerian) iya, tapi jumlah pastinya belum," ucap Menteri Perdagangan ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Baca juga : Jalan Rusak Dan Parkir Liar Paling Dikeluhkan Warga
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menganggap, penambahan jumlah menteri sesuai dengan kebutuhan. “Kan mau melakukan percepatan. Nggak ada masalah kok,” kata Bahlil, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9/2024).
Menteri ESDM ini yakin, Prabowo pasti punya pertimbangan matang dan sesuai dengan aturan Undang-Undang dalam menambah jumlah menteri. “Tinggal tupoksinya saja, masing-masing pemimpin punya style berbeda,” imbuhnya.
Mengenai jumlah pasti menteri kabinet mendatang, Bahlil meminta publik menunggu pengumuman yang akan disampaikan Prabowo. “Tunggu tanggal mainnya,” pungkasnya.
Di dunia maya, warganet ikut ramai membahas mengenai penyusunan kabinet ini. Ada yang usul, ada yang menyampaikan harapan, ada juga yang mengkritik.
Akun @oneardi64 menjadi salah satu warganet yang menyampaikan harapan agar kabinet mendatang sebagian besar diisi kaum profesional, tidak lagi sekadar bagi-bagi kursi balas budi. “Pak Presiden terpilih, mohon dengan sangat agar kabinet yang bapak bentuk benar-benar diisi orang-orang kapabel, tahu tupoksi, berintegritas, tahu tugas sebagai menteri atau pribadi,” tulisnya.
Baca juga : Southampton Vs Manchester United, Jabatan Ten Hag Jadi Taruhan
Akun @MariaFrans7481 menyampaikan harapan serupa. “Semoga orang yang tepat di posisi yang tepat,” tulisnya.
Ada juga warganet yang membandingkan jumlah menteri di negara lain dengan rencana penambahan kursi kabinet di Indonesia. Akun @ferdycta menyebut, China yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang lebih besar dari Indonesia, kabinet pemerintahannya hanya terdiri dari 26 kementerian. “AS lebih sedikit lagi; 15 menteri departemen,” tulisnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya