RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di 18 Kelurahan se-Jakarta untuk percepatan penurunan angka stunting. Salah satu kegiatannya, masyarakat akan dilatih membuat makanan sehat tapi terjangkau.
Kasus angka stunting di Jakarta masih cukup tinggi, yakni 5.740 kasus. Rinciannya, di Kepulauan Seribu 64 kasus, Jakarta Selatan (Jaksel) 752 kasus, Jakarta Timur (Jaktim) 746 kasus, Jakarta Pusat (Jakpus) 1.011 kasus, Jakarta Barat (Jakbar) 1.614 kasus dan Jakarta Utara (Jakut) 1.553 kasus.
Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), angka kasus stunting ini turun 0,31 persen dibandingkan Januari 2024, dari 2,1 persen menjadi 1,79 persen pada Juni 2024.
Baca juga : Debat Cawapres AS Lebih Tenang Dan Adem
Program DASHAT merupakan bagian dari Proyek Prioritas Nasional. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pemberian edukasi dan pelatihan terkait gizi, kesehatan dan pengolahan makanan sehat.
Tujuan lainnya dari program ini, yakni memberikan intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil berisiko stunting dengan melibatkan masyarakat serta kemitraan lainnya secara aktif. Program ini berlangsung dalam lima pertemuan, dimulai pada minggu ke-3 September hingga minggu ke-3 Oktober 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, DASHAT berperan penting sebagai salah satu strategi dalam mengatasi masalah stunting di Jakarta. Karena, pencegahan stunting memerlukan peran serta seluruh komponen masyarakat, tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah.
Baca juga : Liga Europa: FC Porto Vs M. United, Setan Merah Incar Penglaris
Melalui program DASHAT, Miftah berharap, setiap keluarga dapat memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan pola makan yang sehat dalam mencegah stunting dan menyediakannya untuk keluarga di rumah.
“Makanan bergizi tidak harus mahal,” ujar Miftah, Senin (30/9/2024).
Miftah menerangkan, pelaksanaan DASHAT meliputi beberapa tahapan antara lain, pembekalan/orientasi bagi kader dan sektor terkait, sosialisasi dan rapat persiapan, pembentukan tim pelaksana, pemetaan sasaran, perencanaan waktu dan lokasi, hingga pelaksanaan DASHAT.
Baca juga : Sabalenka Pulangkan Keys
Setiap pertemuan berfokus pada kegiatan praktik baik pengolahan makanan bergizi seimbang, penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita, serta penyuluhan terkait pencegahan stunting.
“Adapun sasarannya balita dengan masalah gizi seperti gizi buruk, gizi kurang, underweight, weight flattering dan atau ibu hamil dengan sebanyak 20 orang pada setiap kelurahan,” ucap Miftah.
Selama pelaksanaan program, paparnya, Tim Pelaksana DASHAT akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Lurah sebagai penanggung jawab, Kepala Puskesmas sebagai Wakil Ketua, Kader PKK, Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.