RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah wacana bakal ada kenaikan tarif, sejumlah pelanggan PAM Jaya sudah mengeluh tagihan melonjak drastis. Para pelanggan pun menyerbu akun Instagram PAM Jaya @pamjaya_dki.
Mereka menumpahkan keluhan dan kekesalan atas tagihan yang naik berkali-kali lipat. Padahal pasokan air sering mampet. Tidak lancar dan kotor.
“Sudah tagihan membengkak 2x lipat, kok sekarang sering banget pasokan air mati. Nggak mikir bagaimana repotnya pelanggan ya? Tolong penjelasannya kenapa di daerah Pulogebang, Cakung, air sering mati dari pagi sampai malam,” keluh @verarenaldo.
“Keren banget, tagihan naik 2 kali lipat. Airnya pun sering kotor. Kembalikan kepengurusan pada Aetra saja. Saya pakai PAM dengan Aetra hampir 20 tahun ga pernah ada masalah,” kata @roti_missu.
Baca juga : Kroasia Vs Portugal, Aksi Panggung Lapis Kedua
“Kenaikan PAM di bulan ini 2x lipat, parah sekali. Sedangkan air di tempat kami kecil keluarnya. Kenapa ini? Melonjak kenaikannya, luarrr biasaaa sekali,” teriak @evirosliananur.
“Tagihan saya bulan ini kenapa menjadi 2 kali lipat, padahal sebelumnya saya ga pernah dapat tagihan segitu besar. Apalagi saya kategori rumah tangga sederhana,” tanya @arsyfa.yhanie.
“Pembayaran air PAM di Oktober melonjak 3x lipat, itu kenapa ya @pamjaya_dki tolong jelaskan,” tulis @yulianih.yulianih.75.
“PAM saya kenapa sampai Rp 400 ribuan ya, muahal banget ya Allah. Harusnya ya Rp 150 ribuan paling mahal. Padahal saya nggak pernah cuci baju. Penggunaan air nggak banyak. Nyalain air 1x sehari doang,” protes @gisa_mayasari.
Baca juga : Di KTT APEC, Prabowo Jadi Bintangnya
“PAM berbulan-bulan nggak nyala, tagihan bulan kemarin fine-fine aja karena cuma Rp 33 ribu. Tapi bulan ini kenapa sampai Rp 215 ribu? Nyala aja kagak tapi disuruh bayar segitu,” ketus @wrzkni98.
Saat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meninjau pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran III di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024), Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin memaparkan rencana penyesuaian tarif air PAM.
Arief bilang, wacana kenaikan tarif itu lantaran selama 18 tahun terakhir, Perumda PAM Jaya tidak pernah melakukan penyesuaian tarif air. Karena itu, dia meminta pertimbangan dan saran dari para wakil rakyat yang duduk di Kebon Sirih.
Menurutnya, rencana kenaikan tarif air ini sudah melalui kajian. Saat ini, pihaknya berupaya agar penerapan rencana ini tidak membebani masyarakat bawah.
Baca juga : Di Pilkada Jateng, Jokowi Keliling Kampanye
“Sebenarnya kajian sudah selesai semua. Sekarang hanya memutuskan diskresi untuk memastikan kebutuhan masyarakat kecil ini tidak terganggu oleh penyesuaian tarif ini,” katanya.
Arief juga akan mengkaji saran dari Komisi B agar tidak menaikkan tarif air bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Ini menjadi salah satu program kebijakan khusus PAM. Nanti ditinjau sekali lagi bagi mereka yang memang perlu dibantu,” ujarnya.
Selain itu, dia mengajak masyarakat menggunakan air PAM sesuai dengan jenis golongan pelanggan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.