Sebelumnya
Justin menambahkan, tidak sedikit warga pendatang mencari peluang kerja di Jakarta. Kondisi ini akan berdampak pada banyak hal, termasuk persaingan lapangan kerja dan perubahan tata ruang.
“Daya tampung Jakarta hingga lapangan kerja dapat menjadi persoalan sosial dan ekonomi jika ini tidak disikapi dengan baik,” tandasnya.
Kepala Dinsos Jakarta Premi Lasari menjelaskan, anggaran bansos PKD sebesar Rp 802 miliar ini akan disalurkan kepada 219.252 penerima manfaat.
Baca juga : The Citizens Mulai Rapuh
“KLJ dengan target 171.010 penerima manfaat, KAJ dengan target 27.352 penerima manfaat dan KPDJ dengan target 20.890 penerima manfaat,” jelas Premi.
Untuk mengoptimalkan akurasi data, Dinsos Jakarta meluncurkan aplikasi Sistem Pendataan dan Informasi Geospasial Masyarakat Sejahtera (SiPending Emas) berbasis Mobile, Senin (18/11/2024).
Sipending Emas merupakan inisiasi Dinsos berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta.
Baca juga : Jojo Gagal Bawa Gelar
Dengan aplikasi ini, DTKS dan data penerima bansos dapat tersajikan secara geospasial dan realtime.
Untuk diketahui, saat ini pendataan dan pemanfaatan DTKS belum berbasis geospasial. Masih ada bansos yang tidak tepat sasaran dan alamat domisili yang tidak sesuai dengan alamat di KTP.
Teknologi geospasial memungkinkan pengelolaan data berbasis lokasi, sehingga setiap penerima bansos dapat dipetakan secara rinci sesuai dengan tempat tinggal mereka.
Baca juga : Kejagung Siap Hadapi Gugatan 7 Perusahaan
Premi menyebut, aplikasi ini sebagai langkah konkret meningkatkan transparansi dan akurasi data kesejahteraan sosial.
“Tidak hanya menjadi alat bantu dalam memverifikasi dan memvalidasi data DTKS.Tetapi juga merepresentasikan komitmen kami meminimalisir kesalahan dan duplikasi dalam penyaluran bantuan sosial,” pungkasnya. [DRS/RAA]
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 25 November 2024 dengan judul Banyak Warga Luar Numpang KK Jakarta, Penerima Bansos Disisir Lagi Dan Kudu Ber-KTP DKI
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.