RM.id Rakyat Merdeka - Limbah sampah yang tidak dikelola dengan baik terus menjadi ancaman serius bagi lingkungan di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Setiap hari Kota Bekasi menghasilkan timbulan sampah sebanyak 1.700 ton/hari, namun Kota Bekasi hanya memiliki I lokasi TPA yaitu di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.
TPA tersebut hanya bisa menampung sampah 1.000 ton/hari. Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, 2022 menunjukkan akumulasi sampah di Kota Bekasi pada 2019 sebanyak 277.846.320 ton, meningkat pada 2020 menjadi 346.921.290 ton dan menjadi 400.340.050 ton pada 2021.
Untuk mengatasi hal tersebut, Universitas Indonesia (UI), melalui program pengabdian masyarakat, menggelar kegiatan edukasi interaktif di SDN 01, Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi.
Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang berbagai jenis sampah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terurai.
Baca juga : Palsukan Kematian Untuk Menikah Lagi
“Melalui pendekatan praktik dan permainan, siswa diajak belajar mengenali sampah sekaligus memahami dampaknya terhadap lingkungan,” ujar Dosen Sekolah Ilmu Lingkungan UI sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UI, Herdis Herdiansyah, dalam keterangan tertulis.
Dalam kegiatan ini, murid-murid diajak mengenali berbagai jenis sampah di lingkungan rumah dan sekolah. Para murid juga diminta membawa setidaknya satu jenis sampah dari rumah masing-masing.
Mereka juga diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah di sekitar sekolah.
Dalam praktik permainan ini, murid kelas 5B berhasil mengumpulkan sampah seperti botol plastik, kemasan bekas makanan ringan, ranting dan daun, styrofoam, sisa potongan sayuran, dan sebagainya.
Beberapa jenis sampah menimbulkan kebingungan, seperti karton kemasan bekas minuman yang terbuat dari karton/kertas, plastik, dan aluminium.
Baca juga : Indonesia-China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama di Sektor Vokasi
Diskusi yang terjadi menjadi semakin menarik saat diberikan informasi umur dari tiap jenis sampah.
"Permainan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendidik sehingga siswa lebih mudah memahami konsep jenis dan umur daur hidup sampah,” jelas Herdis.
Menurut dia, pendekatan ini efektif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Herdis berharap, anak-anak tidak hanya memahami jenis dan umur daur hidup sampah, tetapi juga tergerak untuk bertindak melalui kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengelola sampah dengan benar.
Kepala SDN 01 Bojongrawalumbu Abdul Munir, mengapresiasi inisiatif Pengmas UI ini. Kegiatan tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi para siswa.
Baca juga : Dahsyat, PT NH Borong 1.000 Eksavator Untuk Cetak Sawah Baru Di Kalteng
“Mereka tidak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga dilatih untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan,” ungkapnya.
Program yang berlangsung selama tiga jam tersebut didanai oleh Direktorat Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat UI serta didukung oleh PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Bumi Resources Minerals Tbk.
Dukungan ini memastikan keberlanjutan edukasi di sekolah lain di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.