Sebelumnya
Langkah keempat, pelatihan guru dan tenaga kependidikan untuk memahami pendekatan non-kekerasan dalam mendisiplinkan siswa. Pelatihan ini mencakup keterampilan menangani konflik dan membangun komunikasi yang efektif dengan siswa.
Kelima, Disdik mendorong kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan dan komunitas pendidikan untuk mengadakan kampanye anti-kekerasan.
“Seminar yang menanamkan nilai toleransi dan empati akan diperbanyak untuk mendukung budaya anti-kekerasan di sekolah,” ujarnya.
Baca juga : Clippers Semakin Perkasa
Dia menegaskan, langkah-langkah strategis ini dirancang sebagai respons terhadap banyak kasus serupa sebelumnya. Langkah ini diharapkan dapat memastikan sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa, guru dan seluruh pemangku kepentingan.
“Dinas Pendidikan berkomitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan,” janji Sarjoko.
Perbanyak CCTV
Baca juga : Siap Dinikahi Dito Mahendra
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Abdul Aziz mendorong Disdik memperbanyak pemasangan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di lingkungan sekolah. Tujuannya, untuk mencegah kasus perundungan dan pelecehan seksual.
Disarankannya, pemasangan CCTV di setiap sudut, sehingga bisa mendeteksi potensi tindak kekerasan atau pelecehan seksual.
Namun, diingatkan dia, pemasangan CCTV tersebut memerlukan petugas pemantau selama 24 jam.
Baca juga : Masa Cekal Firli Sudah Habis
Selain itu, Anggota Komisi E ini meminta Disdik membuat Standard Operating Procedure (SOP) penanganan kasus perundungan dan pelecehan seksual. Yakni, pemberian sanksi tegas kepada pelaku, sehingga dapat menimbulkan efek jera.
Selama ini, Abdul Aziz menilai, penanganan kasus perundungan dan pelecehan seksual tidak tegas.
“Korban harus dilindungi dan mendapat pendampingan advokasi hukum secara pasti,” kata Abdul Aziz. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.