Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gencatan Senjata Hamas-Israel
Dijadwalkan Pukul 08.30, Baru Dilaksanakan 11.15
Senin, 20 Januari 2025 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Genjatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza, Palestina, akhirnya dilaksanakan pada Minggu (19/1/2025). Kedua belah pihak sepakat menghentikan pertempuran dan bertukar sandera. Hanya saja, perjanjian gencatan senjata ini sempat terhambat. Gencatan senjata yang semula dijadwalkan pada pukul 08.30, baru dapat dilaksanakan pada pukul 11.15.
Keputusan melakukan gencatan senjata ini setelah tim negosiasi mencapai kesepakatan pada Rabu (15/1/2025). Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah menyetujuinya dalam pemungutan suara kabinet pada Jumat (17/1/2025). Gencatan senjata ini disetujui setelah satu tahun mediasi.
Kesepakatan itu kemudian diumumkan pemerintahan Qatar, pada Minggu (19/1/2025). Qatar salah salah satu mediator utama dalam proses tersebut bersama Amerika Serikat dan Mesir. Dalam pernyataan resmi dari pemerintah Qatar, gencatan senjata antara kedua pihak akan dimulai pada Minggu, 19 Januari 2025 pukul 08.30 waktu setempat.
Baca juga : Alat Berat Tak Beroperasi, Perahu Nelayan Berjejer
Pelaksanaan gencatan senjata sempat terhambat dan baru dapat dilaksanakan 3 jam berikutnya. Israel menganggap Hamas terlambat dalam menyerahkan daftar tiga sandera yang akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan.
Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari memastikan, pihaknya akan tetap beroperasi di Jalur Gaza. Sampai Hamas memberikan nama-nama sandera yang akan dibebaskan.
“Pagi ini Hamas belum memenuhi komitmen terhadap perjanjian,” kata Hagari seperti dikutip CNN International, Minggu (19/1/2025).
Baca juga : Kaka Suminta: Masih Ada Tarik Menarik Di DPR
“IDF terus menyerang di Jalur Gaza selama Hamas tidak menjunjung tinggi komitmennya terhadap perjanjian tersebut,” imbuhnya,
Hamas kemudian menyatakan komitmennya untuk menyediakan daftar tersebut. Namun mereka menjelaskan adanya kendala teknis yang membuat penyelesaian daftar tersebut tidak dapat dilakukan tepat waktu.
Menurut rencana, Hamas akan membebaskan tiga tawanan perempuan yang masih hidup sebagai ganti 95 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel di mana sebagian besar adalah perempuan dan anak. Pertukaran akan dimulai setelah pukul 4 sore hari pertama gencatan senjata. Pembebasan tawanan akan difasilitasi oleh Palang Merah.
Baca juga : Ahmad Doli Kurnia Tandjung: Perbaikan Sistem Harus Dikonkretkan
Warga Gaza, menyambut kesepakatan tersebut dengan gembira. Beberapa warga Palestina dilaporkan mulai kembali ke Kamp Jabalya, yang terletak di Gaza utara.
Rekaman video yang diperoleh CNN International memperlihatkan arus orang berjalan di sepanjang jalan yang penuh dengan puing-puing bangunan yang hancur. Dalam video tersebut, tampak sepeda yang melewati kerumunan orang dan sebuah mobil putih yang melaju melintasi pejalan kaki sambil membunyikan klakson.
Kamp Jabalya, yang berpenduduk padat, merupakan salah satu wilayah pertama yang menjadi target dalam kampanye militer Israel, sebagai respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Hamas dan sekutunya pada 7 Oktober 2023. Sebagian besar kamp ini kini telah hancur, dengan banyak penduduk yang terpaksa mengungsi atau melarikan diri akibat serangan balasan Israel. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya