BREAKING NEWS
 

Atasi Masalah Lalu Lintas Di Jakarta

Kepolisian Bentuk Tim Pemecah Kemacetan

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 11 Februari 2025 07:25 WIB
Suasana kemacetan lalu-lintas saat jam pulang kerja di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto: NG Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
“Disampaikan oleh Bapak Kapolda, kemacetan sudah menjadi temuan kita sehari-hari, sehingga kami melakukan pengawalan sudah sedemikian rupa, mengatur anggota agar tidak arogan, tidak selalu minta prioritas, tapi betul-betul memperkirakan ancaman-ancaman yang ada di sekitarnya,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menilai, akar masalah kemacetan Jakarta terletak pada kurangnya perencanaan, serta sistem transportasi yang belum efisien.

“Maksud saya, sistem transportasi harus diperbaiki dengan integrasi antarmoda yang lebih baik, penguatan kelembagaan, serta kebijakan pengendalian permintaan transportasi yang efektif,” ujar Djoko.

Baca juga : Layanan Angkutan Perintis Diharapkan Tak Terganggu

Selain itu, dia juga menyoroti perlunya reformasi kebijakan dan kelembagaan, melalui pembentukan Institut Transportasi Jakarta (ITJ).

Menurutnya, institut tersebut dapat menjadi pusat riset dan pengembangan transportasi agar kebijakan yang diambil lebih terarah.

“Jakarta membutuhkan langkah konkret mengelola transportasi guna mengurangi kemacetan, meningkatkan kualitas lingkungan dan memperbaiki kesejahteraan warganya,” tegas Djoko.

Baca juga : Rosan Ajak Korporasi Global Berinvestasi

Permasalahan kemacetan di Jakarta menjadi perbincangan dan perhatian netizen di media sosial X.

“Nggak usah jauh-jauh ke GBK. Waktu ada acara konser boyband di JIS saja, macetnya ampun! Soalnya, banyak yang bawa mobil pribadi. Kalau transportasi umumnya gampang kayak GBK dan jalannya lebar, mungkin it won’t be that bad,” tulis akun @by_tearanode.

“Itu belum seberapa, cuma hari Sabtu atau Minggu. Lah gue dari senin-jumat rutenya: Rasuna-condet-rempoa-kedoya-cibubur total 160 km. Kalau ke Bandung dah biasa, tapi kalau dengan kemacetan Jakarta?!. Terima kasih, kaki, pantat dan punggung udah bertahan,” timpal akun @Gichaichaa_.

Baca juga : 55 Persen Sampah Di Rumah Bisa Diolah Jadi Pupuk

“Setiap pagi, gue bangun, berangkat kerja, terus melewati kemacetan Jakarta. Saking macetnya, otak ngelantur selalu mikir, ‘apakah hidup seperti ini tiap hari worth it?’ Tapi, gue juga ingat kalau gue adalah sandwich generation. Jadi, ya sudah lah lanjut aja, meski batin sambil menangis,” curhat akun @aeetesboo.

“Ya Allah.... Semoga gue hari ini sehat dan kuat dalam menghadapi kemacetan Jakarta, tidak sakit, tidak nyeri perut, dan selamat sampai tujuan,” cuit @xickymoody.

“Biarin aja macet. Mungkin, itu cara Jakarta buat mengajarkan kita sabar dan bersyukur. Atau, biar kita ingat kalau hidup ini penuh kemacetan,” sahut akun @mew_agent. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense