RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat ekonomi politik Mohammad Zulfikar Dachlan menilai, pembangunan Giant Sea Wall (GSW) mendesak untuk direalisasikan.
Sebab hal ini menyangkut kepentingan rakyat pesisir yang selalu dibayang-bayangi banjir rob dan abrasi.
"Saat ini kita dengar banjir rob tak hanya di pesisir Banten dan Jakarta. Pesisir Jawa Tengah mulai sering terdengar. Khususnya Semarang, atau Indramayu juga. Nah, sudah benar program Pak Prabowo yang mencanangkan proyek GSW itu," papar Zulfikar, di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Dia yakin, kepala daerah di kawasan pesisir sepakat dengan proyek GSW, termasuk Pemprov Jakarta. Apalagi, Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung punya visi yang sama dengan Presiden Prabowo.
"Ingat, Jakarta menghadapi dua masalah besar. Penurunan ketinggian tanah dan banjir rob. Kalau dibiarkan, lama-lama Jakarta bisa tenggelam," ingatnya.
Baca juga : DKI Pastikan Kebutuhan Pangan Warga Terpenuhi
Terkait besarnya biaya pembangunan GSW, menurut Zulfikar, bisa dipecahkan dengan banyak cara. Salah satunya, dengan mengundang investor atau mencari pinjaman berbunga rendah.
"Kalau pinjaman digunakan untuk kepentingan rakyat, saya kira enggak masalah. Yang penting proses pembangunannya transparan, dan minim kebocoran," ungkapnya.
Jika proyek GSW berjalan, menurut Zulfikar, justru membawa berkah bagi perekonomian nasional. Karena, proyek raksasa ini akan menyerap pekerja dalam jumlah besar. Membuat perekonomian semakin menggeliat.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jakarta asal Partai NasDem, Wibi Andrino mendukung gagasan pembangunan GSW dari Presiden Prabowo, maupun Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung, yakni Giant Mangrove Wall.
Dia bilang, Giant Mangrove Wall yang digagas Pramono bertujuan baik, yakni melindungi wilayah pesisir dari abrasi serta meningkatkan ekosistem mangrove.
Baca juga : Nasib Pesisir Tangerang Dipertaruhkan, Abrasi dan Rob Jadi Ancaman
Tujuannya sama baiknya dengan program Giant Sea Wall yang dicanangkan Presiden Prabowo, yakni melindungi warga pesisir dari abrasi dan banjir rob, serta meningkatkan infrastruktur pesisir.
"Untuk sesuatu yang baik, tentu kita dukung. Dari perspektif kami di DPRD Jakarta, rencana ini umumnya dinilai berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan, efektivitas biaya, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," kata dia.
Saat aksi tanam mangrove di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (5/2/2025), Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung mengungkap janji akan membangun Giant Mangrove Wall di pesisir Jakarta.
Konsepnya tak berbeda dengan Giant Sea Wall, hanya beda wahana saja. Jika GSW menggunakan bangunan kokok, Giant Mangrove Wall berupa penanaman mangrove sebagai penghalang banjir rob serta abrasi.
“Saya serius untuk mengembangkan Giant Sea Wall, tetapi di atasnya ada mangrove. Maka saya menyebutnya menjadi Giant Mangrove Wall,” ujar Mas Pram, sapaan akrab Pramono, di Jakarta Utara, Rabu (5/2/2025).
Baca juga : Senayan Telusuri Pemagaran Laut Sepanjang 30 KM
Pramono menjelaskan, pemerintah pusat bersama Pemprov Jakarta bakal berkolaborasi dalam membangun GSW seluas 11,2 kilometer.
Nantinya, tanggul laut raksasa itu akan dikembangkan menjadi Giant Mangrove Wall.
Dalam 30 tahun terakhir, kata Pramono, lebih dari 50 persen hutan mangrove menghilang, termasuk di Jakarta.
Upaya penanaman mangrove ini menjadi penting terus dilakukan secara rutin, agar memberi dampak positif bagi Jakarta.
“Mau tidak mau, suka tidak suka, kita yang membutuhkan mangrove,” kata Pramono.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.