RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan stok daging menjelang Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, telah tercukupi. Diharapkan, lonjakan harga yang biasa terjadi di tingkat pasar, alias kenaikan harga musiman, tak lagi terjadi.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan, ketersediaan stok daging bagi warga Jakarta telah mencukupi, untuk menyambut Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Bahkan, berdasarkan pantauan di cold storage Perumda Dharma Jaya, Sabtu (22/2/2025), jumlah itu sudah melebihi kebutuhan konsumsi warga Jakarta.
"Alhamdulillah (soal) jumlah daging, saya tidak mengatakan surplus, tapi lebih daripada kebutuhan Jakarta. Memang, kami memberi penugasan khusus untuk fokus kepada penyediaan pangan Jakarta, dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri," ujar Bang Doel, sapaan Rano Karno, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (23/2/2025).
Dia berharap, ketersediaan pasokan daging di Jakarta menjelang Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, mampu mengendalikan gejolak harga. Kalaupun ada kenaikan, harganya tidak melambung tinggi.
Baca juga : 40 Perkara Saat Pilkada Bakalan Diketok Hari Ini
"Kenaikan harga menjelang hari raya, sulit untuk dihindari. Tapi, Pemprov DKI terus berupaya menjaga agar kenaikan harga di pasar, terkendali. Di sinilah fungsi Pemerintah Daerah. Kami punya tugas untuk menjaga inflasi daerah," tegasnya.
Lebih lanjut, Bang Doel mengungkapkan, dia baru mengetahui cold storage yang dimiliki oleh Perumda Dharma Jaya, juga menyimpan ayam dan ikan. Sebab itu, dia semakin optimistis kebutuhan dasar protein hewani masyarakat di Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah bisa dipenuhi.
Meski begitu, dia mendorong, cold storage yang dimiliki Perumda Dharma Jaya ditambah. Pasalnya, peningkatan kebutuhan sesuai populasi masyarakat Jakarta dan sekitarnya akan protein hewani semakin meningkat.
"Kami minta, semua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkait pangan bersikap terbuka, menyampaikan bila ada persoalan dan kebutuhan. Jadi, kita bisa diselesaikan sebelum memasuki Bulan Ramadan. Sampai hari ini, harga di Dharma Jaya tidak ada kenaikan," tandasnya.
Baca juga : Pengusaha Tambang Diminta Nyumbang Dana Kampanye
Direktur Utama (Dirut) Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman memastikan, harga daging yang dijual pihaknya masih berada di bawah harga pasaran. Dia mencontohkan, harga daging sapi bagian paha belakang dibanderol pada kisaran Rp 115-120 ribu/kg dan paha belakang Rp 105-115 ribu/kg. Kemudian, harga produk daging kerbau Rp 90 ribu/kg.
"Sekarang, stok kami ada 300 ton. Ke depan, ada 300 ton lagi. Nanti juga ada produk dari kerja sama antar daerah, kerja sama dengan sister city juga dengan Australia. Insya Allah kebutuhannya terpenuhi," imbuhnya.
Terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Jakarta, Nova Harivan Paloh menegaskan, Pemprov harus melakukan langkah-langkah strategis, untuk menjaga stok dan harga pangan. Menurutnya, mereka memiliki tanggung jawab untuk mencegah inflasi dan memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat jelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri.
"Disini saya menilai perlunya sinergi antara Dinas KPKP dan BUMD, seperti PT Foodstation Tjipinang Jaya, Perumda Pasar Jaya, dan Perumda Dharma Jaya, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Jadi, tidak dibebankan ke salah satu pihak saja,” ujarnya.
Baca juga : OJK Ajak Anak Muda Bijak Kelola Keuangan
Selain itu, dia juga meminta Pemprov DKI meninjau langsung ketersediaan bahan pokok di seluruh pasar guna mencegah kelangkaan stok. "Jangan sampai, beras, telur, dan daging langka. Sebab, saat stok menipis, harga pasti naik," tegasnya.
Di media sosial X, banyak netizen mulai membicarakan persiapan Bulan Ramadan. "Udah mau puasa aja yak. Tabungan tipis banget lagi. Harus mulai hemat-hemat nih, antisipasi kalau harga pada naik," cuit akun @hunterBhunt.
"Ini iklan sirop kenapa sudah muncul aja. Puasanya masih beberapa hari lagi woi. Jangan bikin panik bini gue, ntar dia minta nambah uang belanja bulanan," celetuk akun @domsjurasss1888.
"Saran gue, kalau awal-awal puasa jangan langsung ngegas masak daging dan semacamnya. Pelan-pelan aja. Jangan diawal puasa kita berbuka dengan daging, diakhir kita berbuka dengan nasi+indomie goreng," timpal akun @812932089. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.