Dark/Light Mode

Generasi Y & Z Lebih Besar Pasak Daripada Tiang

OJK Ajak Anak Muda Bijak Kelola Keuangan

Senin, 24 Februari 2025 07:05 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai generasi penerus bangsa, kesehatan mental dan finansial perlu dijaga. Ini demi mencapai Indonesia Emas 2045.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelin­dungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menga­takan, dari beberapa survei independen, mayoritas anak muda sudah terkena paylater hingga pin­jaman online (pinjol).

Kiki-sapaan Frederica menilai, anak-anak muda Indonesia lebih besar pasak daripada tiang atau lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. 

“Generasi Y sekitar 50 persen dan generasi Z sebesar 60 persen mengalami besar pasak daripada tiang. Ngeri ya,” kata Kiki dalam acara bertajuk Financial Love Story di Jakarta, Sabtu (22/2/2025).

Acara yang digelar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara. Yakni, Wakil Menteri Wamen Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Krea­tif Irene Umar, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar, Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono, Direktur Teknik PT Asuransi Central Asia (ACA) Budi Harto dan Chief Financial Officer (CFO) PT Home Credit Indonesia (Home Credit) Sylvia Lazuarni.

Karena itu, Kiki menyayangkan banyak penggunaan layanan keuangan digital yang mudah diakses ini justru digunakan untuk kebutuhan konsumtif, bukan produktif. Termasuk pinjol ilegal dan judi online (judol).

Untuk itu, OJK terus melakukan literasi keuangan se­ba­gaimana dalam Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2011. OJK memiliki tugas mengatur, mengawasi sektor keuangan dan memberikan perlindungan konsumen atau masyarakat.

“Tujuannya, untuk melin­dungi generasi muda dari hal yang merugikan mereka,” tuturnya.

Baca juga : Akur Dengan Zaskia

Pada periode 1 Januari 2024-31 Januari 2025, OJK telah menemukan dan menghentikan 4.036 entitas keuangan ilegal terdiri dari 3.517 entitas pinjol ilegal, dan 519 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs serta aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kiki menegaskan, penting bagi anak muda untuk menyiapkan masa depan yang lebih baik. Mereka tidak tahu, kalau sudah terjebak pinjol atau paylater saat bekerja, catatan keuangan tersebut sudah masuk dalam SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan dikejar debt collector. 

“Kalau ada catatan buruk di keuangan akan menyulitkan anak muda mendapat pekerjaan. Itu menjadi satu bagian kecil,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Taufik Hidayat menekankan generasi muda penting memperhatikan serta menjaga ke­sehatan. Mengingat gaya hidup masyarakat Indonesia, yang me­nempatkan olahraga sebagai kebutuhan yang kurang penting.

“Padahal, jika olahraga dapat diselaraskan dengan gaya hidup dan dilakukan secara rutin, maka hal ini bukan  sekadar membuat sehat, tapi juga dapat menjadi media interaksi sosial,” jelasnya. 

Di Kemenpora, sambung atlet peraih emas Olimpiade ini, terus melakukan kolaborasi antara sektor olahraga dan pendidikan maupun dengan lembaga keuangan, sebagai program berkelanjutan bagi generasi penerus Indonesia.

“Kesehatan dan keuangan, sama-sama investasi yang terus dijaga,” tutur Taufik.

Senada, Irene Umar menga­takan, generasi muda se­ba­gai agent of change meraih kunci pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Keberhasilan visi tersebut sangat bergantung pada kolaborasi dan pengelolaan keuangan yang bijak.

Baca juga : Pram Dan 44 Kepala Daerah Dari PDIP Ngumpul Di Magelang

Pentingnya menentukan prio­ritas dan membuat budgeting yang terencana. Sebagai contoh, seorang mahasiswa untuk mencapai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 4.0, dibutuhkan usaha belajar yang konsisten, bukan sekadar keinginan.  

Hal serupa berlaku untuk men­capai tujuan finansial lainnya, seperti menjadi kaya. 

“Definisikan terlebih dahulu apa arti kaya secara numerik dan merencanakan langkah-langkah untuk mencapainya,” ucap Irene.

Irene menekankan, perencanaan keuangan yang baik ibarat peta menuju tujuan, membantu menentukan langkah-langkah yang perlu ditempuh.

Irene menyoroti tiga pilar pen­ting dalam perencanaan keuang­an, yaitu kesehatan, penghasilan pasif dan asuransi.

Kesehatan yang baik menjadi modal utama untuk bekerja dan menghasilkan penghasilan. Sedangkan penghasilan pasif, se­perti investasi, memberikan keamanan finansial di masa depan.  

Sedangkan, asuransi melin­dungi dari risiko keuangan yang tidak terduga akibat sakit atau kecelakaan. 

“Dengan merencanakan ketiga hal tersebut, generasi muda dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan terjamin,” tuturnya.

Baca juga : Nusron Pegang Alasan Kuat

Alexandra Askandar menambahkan, saat ini generasi milenial dan gen Z berjumlah hampir 150 juta jiwa atau sekitar setengah dari total penduduk Indonesia. Me­reka diharapkan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, kata Alexandra, penting bagi generasi ini memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen keuangan. Gaya hidup sehat, termasuk pola makan dan olahraga, sa­ngat penting diimbangi dengan stabilitas keuangan. 

“Kemampuan mengelola ke­uangan dengan baik menjadi kunci kesuksesan di masa depan,” kata Alexandra. 

Salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda adalah memahami risiko investasi. Terutama investasi jangka pendek yang rentan terhadap fluktuasi pasar.

Untuk mengurangi risiko, di­harapkan generasi muda dapat mempertimbangkan berbagai pilihan investasi. Seperti reksadana, termasuk reksadana syariah, yang menawarkan diversifikasi dan potensi keuntu­ngan jangka panjang.  

“Dengan pemahaman yang baik tentang manajemen ke­uangan dan pilihan investasi yang tepat, generasi milenial dan Gen Z dapat berkontribusi optimal pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” pungkas Alexandra. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.