RM.id Rakyat Merdeka - Warga Bidara Cina, Jakarta Timur, yang menjadi korban banjir Senin (3/3/2025) menolak tawaran Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk pindah ke rumah susun sewa. Mereka beralasan biaya sewa rusun terlalu mahal.
Rano meninjau lokasi banjir di Jakarta Timur. Khususnya di wilayah Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu. Rano Karno memulai aktivitasnya dengan mengunjungi pengungsi di Sekolah SDN Kampung Melayu dan Kelurahan Bidara Cina. Di lokasi pengungsian tersebut, sekitar 365 jiwa mengungsi akibat luapan air dari Sungai Ciliwung.
Selain memberikan dukungan kepada para korban, Rano juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dengan warga mengenai solusi jangka panjang yang akan diterapkan untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang.
Setelah mengunjungi pengungsi, Rano Karno melanjutkan peninjauannya ke Sodetan Sungai Ciliwung di Jakarta Timur. Di lokasi ini, dia memantau langsung aliran air yang deras melalui pintu air.
Rano menyampaikan bahwa pihaknya akan mengumpulkan jajaran terkait untuk melakukan rapat koordinasi di Balai Kota Jakarta pada pukul 13.00 WIB, guna membahas langkah-langkah konkret dalam menangani banjir di Jakarta.
Baca juga : Melindungi Kesehatan Warga Negara Yang Akan Ke Luar Negeri
Selain itu, Rano juga berencana untuk mengundang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rapat tersebut, agar pihaknya dapat memahami dengan lebih baik pola cuaca dan potensi bencana di Jakarta.
“Kita harus tahu apa yang akan terjadi. Tidak bisa lagi mengandalkan feeling dalam penanganannya,” ujar Rano usai meninjau di Sodetan Sungai Ciliwung di Jakarta Timur, Senin (3/3/2025).
Rano yang mengaku berpengalaman menangani masalah air di Banten, menyadari bahwa masalah banjir di Jakarta jauh lebih kompleks. Terutama karena melibatkan Sungai Ciliwung yang membentang dari Bogor hingga Jakarta.
Namun, dia meyakinkan masyarakat pihaknya akan bekerja keras untuk meminimalisir dampak banjir dan memastikan langkah-langkah pencegahan yang lebih baik ke depan.
Salah satu upaya Rano Karno dalam mengatasi banjir adalah dengan menawarkan solusi relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir. Ketika mengunjungi Kelurahan Bidara Cina, Rano mengajukan tawaran untuk memindahkan warga yang sering terdampak banjir ke rumah susun (rusun).
Baca juga : Ramadan & Lebaran, Kementerian PU Beri Diskon Tol & Perbaiki Jalan Nasional
Namun, ajakan tersebut mendapatkan respons negatif dari warga yang menilai biaya sewa rusun terlalu mahal.
“Kaga mau pindah ke rusun? Bayarnya mahal,” teriak beberapa warga yang menanggapi ajakan tersebut.
Rano mencoba meyakinkan warga dengan menjelaskan bahwa biaya hidup di rusun lebih terjangkau dan lebih aman dibandingkan tinggal di daerah rawan banjir. Meskipun demikian, Rano memahami alasan penolakan warga yang lebih terbiasa tinggal di rumah tapak dan khawatir dengan biaya sewa.
“Memang, rusun itu belum menjadi kebiasaan. Tapi kita punya rusun yang akan launching di Jagakarsa, kualitasnya bagus dan terjangkau,” tambahnya.
Rano Karno juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengerukan 17 sungai di Jakarta, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi potensi banjir. Proses pengerukan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi penyumbatan yang sering terjadi selama musim hujan.
Baca juga : Rano: Mereka Capek Kalau Tiap Hari Banjir
“Pengerukan sungai dan waduk ini untuk memaksimalkan daya tampung air,” tambah Rano.
BMKG juga telah mengeluarkan prediksi cuaca yang menunjukkan potensi curah hujan tinggi hingga April 2025. Untuk itu, Rano mengimbau warga Jakarta untuk tetap waspada dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan saluran air serta mengikuti arahan pemerintah terkait langkah-langkah mitigasi banjir.
Di sisi lain, Rano juga mengungkapkan kendala dalam distribusi bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Saat ini, sekitar 1.000 jiwa terdampak banjir di wilayah Kampung Melayu, dengan 600 orang mengungsi di sekolah dan 700 orang lainnya bertahan di rumah masing-masing. Proses distribusi bantuan makanan dan kebutuhan lainnya menjadi lebih sulit karena warga yang masih bertahan di rumah mereka.
“Semoga bantuan dapat lebih cepat didistribusikan jika semua pengungsi berada di satu tempat,” tutup Rano.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.