RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memperbaiki aplikasi antrean pangan bersubsidi. Sebab, banyak masyarakat mengeluhkan sulit mengaksesnya dan sering error.
Program tebus pangan bersubsidi di Jakarta sangat diminati warga. Antrean online-nya selalu membludak sampai susah diakses dan warga sering kehabisan kuota.
Program ini disediakan Pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat serta meningkatkan aksesibilitas dan menjaga stabilisasi harga pangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pangan bersubsidi ini dapat ditebus oleh penerima manfaat dengan melakukan pendaftaran online.
Baca juga : Dilamar Arbani Yasiz Di Jepang
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendorong Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta menggandeng ahli teknik informatika untuk mengevaluasi aplikasi antrean pangan bersubsidi. Harapannya, kapasitas server ditingkatkan dan sistem distribusi nomor antrean diperbaiki agar adil dan transparan.
Rio mengaku, menerima banyak keluhan dari masyarakat yang sulit mendapat nomor antrean online pangan bersubsidi.
“Saya berharap, melalui evaluasi, distribusi nomor antrean akan lebih merata dan transparan. Sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, Komisi B, saya sangat memahami keluhan masyarakat,” kata Rio, Jumat (7/3/2025).
Baca juga : Prabowo Jalan Kaki Terobos Banjir Bekasi
Selain perbaikan teknis, Rio bilang, perlu digencarkan sosialisasi cara penggunaan aplikasi melalui media sosial, dan pusat layanan masyarakat. Termasuk, kerja sama dengan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).
Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui informasi pangan bersubsidi.
Dengan demikian, masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut.
Baca juga : Temani Mensos, Letkol Teddy Urus Sekolah Rakyat
“Terutama untuk warga yang kurang familiar dengan teknologi sehingga dapat mengakses layanan ini dengan mudah,” kata dia.
Ketua PDI Perjuangan Jakarta Timur ini menilai, Program Pangan Bersubsidi punya peran krusial dalam menstabilkan dan mencegah lonjakan harga pangan, terutama saat Ramadan dan Idul Fitri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.