RM.id Rakyat Merdeka - Berbagai upaya untuk menekan kasus tuberkulosis (TBC) di Ibu Kota terus dilakukan. Teranyar, Jakarta membangun sinergitas dengan daerah penyangga untuk menghentikan penularan penyakit tersebut.
Kasus TBC di Jakarta masih cukup tinggi. Pada Triwulan III-2024, terdapat 47.782 kasus. Untuk itu, butuh upaya dan terobosan dalam menekan kasus penyakit menular tersebut.
Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menjajaki Sinergitas dengan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait pencegahan dan pengobatan penyakit menular seperti tuberkulosis dan malaria, Kamis (6/3/2025).
Baca juga : Liverpool Vs PSG, Keangkeran Anfield Diuji
Kunjungan Komisi E DPRD DKI Jakarta itu dipimpin Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian.
Dia mengungkapkan, penanganan TBC di Jakarta telah melalui berbagai program. Di antaranya, Kampung Siaga TBC, kerja sama lintas sektor, serta Sosialisasi Pencegahan TBC. Program-program tersebut untuk mengurangi kasus TBC.
“Di Jakarta sudah terbentuk sebanyak 274 Kampung Siaga TBC di 267 kelurahan. Tahun 2025, diharapkan mencapai 500 Kampung Siaga TBC,” kata Justin.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Thunder Permalukan Nuggets
Anggota Komisi E Chicha Koeswoyo meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berinovasi dengan pengecekan secara langsung terhadap penderita penyakit menular, seperti TBC. Sehingga, upaya untuk menekan kasus penderita TBC dapat berjalan secara maksimal. Menurut dia, Dinkes perlu menyediakan dokter keliling agar melakukan pemeriksaan ke rumah warga.
“Jadi ada dokter yang jemput bola melakukan pemeriksaan kepada penderita untuk mengeliminasi penularan,” katanya.
Selain itu, harap Chicha, Dinkes DKI mengoptimalkan fungsi Kampung Siaga TBC di setiap Kelurahan. Pemprov DKI Jakarta harus bisa mengentaskan TBC secara optimal dengan anggaran Rp 100 miliar.
Baca juga : Jengkel Dituduh Ogah Punya Anak
“Fokusnya bukan seberapa banyak Kampung Siaga harus dibangun. Tapi seberapa jauh peran kampung itu,” tegas Chica.
Dia menekankan pentingnya peran pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) dan aparatur kelurahan dalam menekan kasus TBC. “Peran mereka dibutuhkan sebagai garda terdepan menumbuhkan kesadaran serta kepedulian warga terhadap bahaya penyakit TBC,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.