Sebelumnya
“Sekarang dampak polusi akibat tumpukan sampah dan asap incinerator mulai dirasakan warga. Kalau didiamkan akan seterusnya sepanjang hidup #tolakpermanenRDFplant,” tulis @fxbxwx.
“RDF Rorotan asap dan bau bakaran sampahnya menyengat sampai ke perumahan JGC dan Wisteria. Kami sekeluarga terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berulang tiap dua minggu sekali, jemuran baju pun bau asap,” keluh @marcella_violin.
“Kenapa RDF Rorotan bisa dibangun dekat pemukiman warga & kawasan bisnis yang sedang berkembang? Berapa banyak warga yang sakit karena polusi? Berapa banyak usaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan kegiatan ekonomi lainnya, termasuk sekolah, yang akan ditinggalkan warga kalau polusinya semakin besar?” tanya @rob.herdiyanto.
Tanggung Biaya Kesehatan
Baca juga : Instruksi Kluivert Saat Lawan Bahrain, Tim Garuda Janji Main Habis-habisan
Pemprov DKI Jakarta memastikan akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Termasuk menanggung biaya kesehatan bagi mereka yang terdampak RDF Plant Rorotan.
“Siapa pun, baik anak-anak maupun dewasa, yang kesehatannya terganggu akibat kesalahan kemarin, Pemerintah bertanggung jawab. Saya minta maaf untuk itu,” kata Pram saat meninjau RDF Plant Rorotan, Kamis (20/3/2025).
Pram menjelaskan, permasalahan RDF Rorotan berakar dari penggunaan sampah lama yang telah menumpuk lebih dari sebulan dalam proses commissioning. Padahal, idealnya sampah harus diolah dalam waktu maksimal tiga hari agar tetap segar.
Untuk mengatasi masalah ini, Pram menginstruksikan Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto untuk segera melakukan perbaikan.
Baca juga : Tenis Miami Open 2025, Sabalenka Makin Menyala
Langkah-langkah yang akan diambil Dinas LH meliputi pemasangan deodorizer untuk menghilangkan bau, penambahan filter pada cerobong asap dan penggunaan truk sampah tertutup guna mencegah air lindi tercecer di jalan.
Selain itu, Dinas LH DKI akan memasang alat pemantau kualitas udara guna memastikan dampak lingkungan tetap terkendali. Serta menanam pohon penyerap polutan di sekitar RDF Rorotan.
Dengan langkah-langkah itu, Pram berharap, fasilitas pengolahan sampah yang ditargetkan beroperasi pada April 2025 itu berjalan efisien dan sesuai standar lingkungan.
Pram bilang pembangunan RDF Plant merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta menyelesaikan masalah sampah.
Baca juga : Dipuji Lembut Oleh Ruben
“Saat ini, rata-rata jumlah sampah di Jakarta sekitar 8.000 ton per hari. Dengan kehadiran RDF di Bantargebang dan Rorotan, volume sampah itu bisa turun menjadi 5.000 atau 6.000 ton,” ucap Pram.
Seperti diketahui, Pemprov DKI juga memiliki fasilitas RDF Plant di TPST Bantargebang dengan kapasitas pengolahan sebanyak 2.000 ton sampah per hari.
Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.Termasuk sektor swasta, komunitas dan akademisi, guna menghasilkan solusi untuk mengatasi masalah sampah. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.