RM.id Rakyat Merdeka - Pemukiman yang memiliki petugas pengangkutan sampah mandiri mengalami masalah setiap usai Lebaran. Yakni, sampah menumpuk hingga menimbulkan bau busuk karena ditinggal mudik para petugasnya.
Untuk mengatasi masalah itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong Dinas Lingkungan Hidup (LH) menggencarkan pengangkutan sampah di pemukiman warga.
Yuke mengimbau Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW) berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) maupun Satuan Pelaksana (Satpel) LH di tingkat kecamatan untuk mengangkut sampah.
“Masalah ini selalu terjadi saat Lebaran karena banyak yang pulang kampung. Ke depan kita harus perkuat koordinasi,” kata Yuke di Jakarta, Jumat (11/4/2025)
Baca juga : Arsenal Vs Brentford, Lanjutkan Aura Positif
Dia berharap, penumpukan sampah rumah tangga tidak terjadi setiap tahun. Pengalaman ini bisa jadi pelajaran untuk melakukan antisipasi, sehingga bisa membantu petugas sampah mandiri untuk mengangkut sampah dari rumah-rumah warga.
Yuke juga mengimbau warga mulai melakukan pemilahan sampah rumah secara mandiri.
“Minimal membungkus sampah menggunakan kantong yang kedap air. Sehingga jika petugas telat karena libur Lebaran, sampahnya masih aman dan tidak menimbulkan bau atau tercecer,” saran Yuke.
Anggota Komisi D DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mengatakan, penumpukan sampah setiap libur Lebaran terjadi karena petugas pengangkut sampah, ikutan mudik.
Baca juga : Melaju Ke Semifinal BAC 2025, Jafar Dan Felisha Menyala
Suhaimi mengimbau RW agar membuat satu titik tempat pengumpulan sampah rumah tangga di momentum libur panjang.
“Harus dibangun komunikasi antar RW dengan warganya. Sepakati di titik mana sampah harus dikumpulkan, sehingga mudah diangkut petugas Lingkungan Hidup,” ujar Suhaimi, Rabu (9/4/2025).
Karena itu, ia berharap warga ikut aktif berkontribusi mengumpulkan sampahnya masing-masing ke titik pengumpulan. Sehingga sampah tidak menumpuk, tercecer dan menyebabkan bau tak sedap.
“Warga harus sepakat tidak boleh ada sampah ditahan di depan rumah. Langsung kirim ke titik yang sudah disepakati. Karena kalau sampah diinapin sehari saja sudah bau,” ungkap Suhaimi.
Baca juga : Isyana Sarasvati, Mirip Titiek Puspa Muda
Ia juga mengimbau warga yang sampahnya tidak terangkut jangan sampai membakar sampah, karena bisa menyebabkan pencemaran udara. “RT dan RW harus lebih intensif sosialisasi,” ingat Suhaimi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.