Sebelumnya
Disdik juga memerintahkan Kepala Suku Dinas Pendidikan di masing-masing wilayah untuk aktif melakukan pengawasan dan koordinasi, agar aturan ini dijalankan dengan baik.
“Kepala Suku Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing agar melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Kepala Bidang Persekolahan Dinas Pendidikan,” demikian isi surat edaran tersebut.
SE ini menjadi bagian dari upaya memperkuat prinsip pendidikan yang inklusif dan tidak diskriminatif. Serta mengembalikan fokus pendidikan kepada proses belajar, bukan seremoni.
Baca juga : Evaluasi 6 Bulan Pemerintahan: Wajar, Ada Yang Keseleo
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan bahwa setiap bentuk pungutan di sekolah, apalagi yang dilakukan menjelang kelulusan, harus mendapatkan persetujuan dari Disdik. Ia tidak membenarkan tindakan sepihak dari pihak sekolah, apalagi jika tanpa dasar atau landasan hukum yang jelas.
“Dengan demikian, kalau ada yang melakukan pungutan di luar hal yang telah disepakati, kami secara resmi akan memberikan teguran kepada siapa pun yang melakukan itu,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Tidak hanya wisuda, sejumlah kegiatan sekolah yang memungut biaya kepada siswa yang dinilai tak berfaedah, diminta warganet untuk segera dihapuskan. Seperti study tour dan perpisahan.
Baca juga : Sudah Mengundurkan Diri, Hasan Nasbi Masih Ikut Rapat Kabinet
“Tolong sidak sekolah yang melakukan pemaksaan perpisahaan dengan ancaman, ikut nggak ikut tetap bayar, Rp 2.000.000. Bukan uang sedikit, pak,” tandas @yoga_ptm15.
“Gubernur harus berani hapus wisuda dan tur, baik di sekolah negeri maupun swasta. Saya saja pusing, sebentar lagi anak ada wisuda dengan biaya Rp 1,5 juta, mana mau masuk SMK, ya kalau dapat negeri, kalau swasta, ampun deh,” tulis @cwtommy.
“Pak, perpisahan dan wisuda anak saya biayanya besar. Tolong hapus pak, wali murid keberatan. Perpisahan, ikut tak ikut harus bayar. Sekolah di Jakarta Barat,” curhat @santidewi2061.
Baca juga : Diberi Banyak Fasilitas, Jemaah Haji Lansia & Disabilitas Diistimewakan
“Pak tolong sidak sekolah yang menerapkan study tour tanpa diskusi dengan wali murid. Murid dipaksa ikut. Jika tidak ikut, tetap bayar,” tulis @tiapratiws. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.