BREAKING NEWS
 

Pengelolaan Parkir Masih Karut-marut

Potensi PAD Jakarta Menguap Rp 1,4 Triliun

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 9 Mei 2025 06:50 WIB
Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta Jupiter. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Salah satunya, melakukan digitalisasi perparkiran. Antara lain, dengan cara mengoptimal­kan Terminal Parkir Elektronik (TPE) dan mengembangkan Aplikasi Jakparkir.

Melalui aplikasi Jakparkir, masyarakat akan membayar parkir menggunakan fasilitas pembayaran dompet elektronik (e-wallet) dan uang elektronik. “Kami akan melakukan digi­talisasi perparkiran. Artinya, sejalan dengan arahan anggota Dewan, baik itu di Pansus mau­pun Komisi C,” kata Dhani.

Berdasarkan data UP Per­parkiran Dishub DKI Jakarta, PAD Perparkiran mulai mengalami penurunan sejak 2019. Pada 2019, PAD parkir tercatat Rp 83,615 miliar, lalu 2020 Rp 49,963 miliar, dan 2021 Rp 42,431 miliar. Pada 2022 Rp 51,343 miliar, 2023 Rp 57,449 miliar dan 2024 Rp 57,020 miliar.

Baca juga : Luna Maya, Akhirnya Nikahi Soulmate Dan Cinta Sejati

Menurut Kepala UP Perparkiran Dishub DKI Adji Kusam­barto, salah satu penyebab penurunan pendapatan tersebut karena sejak 2018, lokasi parkir di pasar dikelola langsung PD Pasar Jaya.

Sedangkan Anggota DPRD DKI Dimaz Raditya menyoroti target retribusi parkir on street pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp 33,6 miliar, yang menurutnya terlalu rendah.

Karena itu, Ketua Komisi C DPRD DKI ini mendorong Pemprov DKI Jakarta melalui UP Perparkiran Dishub DKI meningkatkan target retribusi tersebut. “Rp 33,6 miliar dari 251 ruas jalan, masih terlalu rendah. Harus ditingkatkan,” tandasnya.

Baca juga : Pelayanan Kesehatan di Klinik Haji: Dokter Siaga 24 Jam, Fasilitasnya Lengkap

Dimaz mendorong Unit Pengelolaan Perparkiran DKI memperbaiki sistem pengelolaan perparkiran. Sebab, hingga kini masih banyak ditemukan perma­salahan parkir on street. “Kalau pengelolaan baik, hasilnya juga baik. Pengelolaan parkir ini ma­sih karut-marut,” ujarnya.

Sementara Anggota Pansus Perparkiran DPRD DKI Wa Ode Herlina mendorong penerapan sistem pembayaran non­tunai untuk seluruh layanan parkir. Wa Ode yakin, digital­isasi pembayaran parkir on street maupun off street, dapat meningkatkan PAD Jakarta. “Tidak boleh lagi ada kata mahal untuk digitalisasi,” katanya.

Menurut Wa Ode, sistem nontunai dapat menjadi solusi untuk transparansi dan efisiensi pengelolaan parkir, yang akan berdampak pada kemajuan Ja­karta. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense