RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprioritaskan penyelesaian pembangunan Normalisasi Kali Ciliwung. Sebab, proyek itu dapat mengatasi 30-40 persen banjir di Ibu Kota.
Komisi D DPRD DKI mendorong Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI segera menginventarisir sisa lahan sepanjang 16,52 kilometer yang akan dibebaskan, untuk melanjutkan Program Normalisasi Sungai Ciliwung.
Ketua Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike mengatakan, penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung tidak bisa parsial. Dalam konteks itu, menurutnya, pembebasan lahan di sepanjang kali tersebut, menjadi hal utama yang harus diselesaikan.
Baca juga : Prabowo Mulai Genjot Swasembada Energi
“Selesaikan dulu normalisasi Sungai Ciliwung, baru bisa mengurangi 30-40 persen banjir di Jakarta. Itu yang seharusnya menjadi prioritas,” kata Yuke usai rapat bersama jajaran Pemprov DKI, dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2026, Rabu (14/5/2025).
Yuke mengingatkan, proses pembebasan lahan ditargetkan tuntas pada 2027. Sebab, mengacu pada keputusan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), proses pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung dimulai pada 2027-2028.
Pembagian tugas dalam Program Normalisasi Sungai Ciliwung, lanjut Yuke, Pemprov DKI berkewajiban melaksanakan pembebasan lahan dari warga yang terdampak. Sedangkan Kementerian PU mengeksekusi normalisasi sungai.
Baca juga : Kisah Jemaah Muda Gantikan Orang Tua: Perasaan Campur Aduk, Gembira Sekaligus Sedih
“Kalau memang mau mengejar tahun 2027-2028 pembangunan awal, berarti pembebasan lahannya harus selesai tahun 2027,” tandasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA DKI Ika Agustin Ningrum menyatakan, pada 2025-2027, pihaknya memprioritaskan langkah untuk menyukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Program Normalisasi Sungai Ciliwung.
“PSN itu meliputi pembangunan folder, penataan sungai dan pembebasan lahan,” tandasnya.
Ika menambahkan, Dinas SDA bersama Kementerian PU serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian normalisasi Sungai Ciliwung pada 2028. “Harapannya, kalau normalisasi Kali Ciliwung selesai, mudah-mudahan banjir bisa teratasi, 30-40 persen,” tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.