BREAKING NEWS
 

Rusak Keindahan Kota, Tiang Monorel Sudah Berdiri 18 Tahun Nih

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 23 Mei 2025 06:50 WIB
Inilah potret tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin menyelesaikan masalah tiang monorail (monorel) yang sudah lama mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dan di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Selama ini keberadaannya tidak berfungsi dan merusak keindahan kota.

Tiang beton peninggalan proyek monorel yang gagal itu, selama bertahun-tahun dibiarkan berdiri tanpa kejelasan. “Ada ko­lom-kolom untuk monorel yang sampai hari ini tak ada yang mau menyelesaikannya,” ujar Pram di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).

Tiang-tiang tersebut merupakan bagian dari proyek monorel Jakarta yang dimulai pada 2007. Namun proyek itu terhenti aki­bat berbagai persoalan, termasuk masalah hukum antara kontrak­tor dan pelaksana. Sudah 18 ta­hun, proyek itu tidak mengalami perkembangan.

Tercatat, 90 tiang beton berdiri tanpa fungsi, mengganggu kein­dahan di area strategis Jakarta. “Bagi saya, ini adalah hal yang harus diselesaikan,” tandas man­tan Wakil Ketua DPR ini.

Baca juga : Berbagi Tips Hadapi KDRT

Pram menambahkan, tiang-tiang tersebut tidak bisa terus-menerus dibiarkan begitu saja tanpa solusi yang jelas, meng­ingat proyek monorel telah di­ganti Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT).

“Proyek monorel tinggal tiang-tiangnya. Proyek ini ber­henti karena ada persoalan hu­kum pada waktu itu, antara kontraktor, pelaksana dan sebagainya,” ucap mantan Sekre­taris Kabinet ini.

Meski demikian, Pram me­nyatakan, penanganan terhadap tiang-tiang itu tetap menunggu keputusan resmi pihak-pihak terkait. Namun, menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan segan mengambil keputusan resmi untuk menuntaskan masalah tersebut.

Adsense

“Keputusan itu bukan untuk melanjutkan proyek monorel. Tapi, tiang-tiang yang tidak berfungsi itu akan diapakan? Apakah dibersihkan? Ataukah dibuat apa? Harus ada keputusan. Tak bisa dibiarkan begitu saja dari waktu ke waktu,” ucap mantan Sekjen PDIP ini.

Baca juga : Prabowo: Yang Lamban, Malas, Saya Pinggirkan

Ketika ditanya, apakah tiang-tiang tersebut akan dibongkar, Pram menjawab, masih menung­gu keputusan akhir. Namun, dia menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil tindakan terhadap warisan proyek gagal itu.

“Semua orang tidak mau me­nyentuh masalah ini, karena ada persoalan hukumnya. Tapi bagi saya, karena ini mengganggu keindahan Jakarta, maka harus dibereskan,” tandasnya.

Sebagai informasi, pembangunan tiang-tiang itu tidak menggunakan dana dari Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun Ang­garan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemprov DKI telah meminta PT Jakarta Monorail sebagai pihak yang membangun tiang-tiang itu, untuk membongkarnya. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang konkret.

Baca juga : Makkah Panas, Jemaah Haji Gunakan Sunscreen dan Lip Balm

Dengan pernyataan tegas Gubernur Pram, publik kini menanti realisasi tindakan ter­hadap tiang-tiang beton yang mangkrak itu. Pemprov DKI diharapkan mampu mengam­bil keputusan yang tepat, agar wajah Jakarta lebih tertata dan bebas dari warisan proyek gagal.

Sementara itu, saat berkunjung ke Balai Kota, mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sedikit menjawab pertanyaan wartawan tentang solusi mengenai tiang monorel mangkrak.

“Saya tidak tahu bagaimana proses hukumnya. Kalau tiang itu punya Jakarta, mungkin bisa di­potong,” ujar politisi yang akrab disapa Ahok ini, seusai bertemu Pramono Anung di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (21/5/2025).

Saat ditanya, apakah tiang-tiang itu dijadikan media peng­hijauan saja, Ahok menyatakan, opsi tersebut merupakan langkah estetika sementara. Setelah itu, dia tak mau bicara lebih jauh mengenai tiang monorel mang­krak. “Saya tidak mau ikut cam­pur,” elak kader PDIP ini. [RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense