Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Cuaca di Makkah sedang panas. Suhu di siang hari tembus 40 derajat celcius. Saat terpapar langsung sinar matahari, panasnya terasa membakar kulit. Namun, kondisi ini tak mengurangi semangat jemaah dalam beribadah. Mereka menjadikan panas di Makkah sebagai latihan menghadapi puncak haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hingga Rabu (21/5/2025) pukul 14.30 waktu Arab Saudi, 346 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah berada di Tanah Suci. Total jemaahnya mencapai 134.737 orang, dengan 29.349 orang di antaranya jemaah lansia.
Khusus untuk jemaah yang sudah berada di Kota Makkah sebanyak 101.873 orang. Rinciannya, 76.491 merupakan jemaah haji gelombang pertama yang berangkat dari Kota Madinah dan 25.382 jemaah haji gelombang kedua yang mendarat di Bandara Jeddah dan langsung ke Makkah.
Kondisi Kota Makkah pun semakin padat oleh jemaah, baik dari Indonesia maupun dari negara lain. Di tengah kepadatan ini, suhu di Makkah sedang sangat panas. Berdasarkan data www.weather.com, pada pukul 12.16 waktu Saudi, suhu Makkah tembus 40 derajat celcius dengan indeks UV masuk kategori ekstrem.
Dengan cuaca yang begitu terik ini, para jemaah yang keluar ruangan pada siang hari, menggunakan berbagai alat untuk melindungi diri. Ada yang memakai payung, topi, sajadah, sorban, dan syal untuk melindungi kepala mereka. Sebagian juga mengenakan masker. Beberapa jemaah memakai kacamata hitam untuk menghindari silaunya cahaya akibat panas. Sebagian juga melulurkan tabir surya alias sunscreen ke kulit dan lip balm ke bibir.
Baca juga : Indonesia Siap Membentuk Agenda Pembangunan Berkelanjutan Dan Adil
Untuk mengurangi hawa panas, Pemerintah Saudi sudah mengoperasikan cooling fan atau kipas angin dengan hembusan embun, di sekitaran Masjidil Haram. Kipas ini dipasang pada tiang-tiang khusus di pelataran Masjid Haram dengan jarak cukup rapat. Ukurannya besar, berdiameter sekitar 100 cm. Setiap tiang, terdapat dua kipas yang saling membelakangi. Sehingga hembusan angin dan embunnya merata.
Ketua Kloter 1 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-1) Kridarto merasakan betul panasnya suhu di Kota Makkah. Namun, dia bersyukur para jemaah di kloternya selalu mengikuti saran dari Tim Kesehatan Haji (TKH) terkait antisipasi cuaca panas. Para jemaah membawa berbagai perlengkapan untuk melindungi diri dari sengatan panas saat ke Masjidil Haram atau keluar ruangan lainya.
"Kami biasanya pakai sunscreen. Di wajah, tangan, kaki, intinya bagian kulit yang terkena matahari. Sama juga yang buat di bibir, kami pakai itu (lip balm).," ujar Kridarto, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (21/5/2025).
Kridarto memastikan, jemaahnya tidak terganggu dengan cuaca panas yang terjadi di Kota Makkah. Para jemaah sudah mengantisipasi kondisi ini sejak dari Tanah Air.
Baca juga : Diingatkan Mendagri, Daerah Tidak Dukung Kopdes Akan Disanksi
"Kami sudah pelajari dari perkiraan cuaca jauh-jauh hari. Jadi, sudah diantisipasi semuanya. Termasuk mental untuk menghadapi cuaca agar tidak mengganggu jalannya ibadah," tuturnya.
Justru, tambah Kridarto, cuaca panas ini sebagai latihan untuk menghadapi rangkaian haji di Armuzna. "Kami bersyukur karena datang lebih awal. Jadi bisa beradaptasi lebih lama dengan suhu di sini, sehingga siap untuk di Armuzna nanti," ungkapnya.
Imbauan Kemenag
Dengan kondisi ini, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dan membatasi aktivitas di luar ruangan. "Cuaca panas ini bisa berdampak serius pada kesehatan, khususnya bagi lansia dan jemaah yang memiliki penyakit penyerta,” ungkap Fauzin, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Dia mengimbau jemaah untuk selalu menggunakan pelindung kepala, membawa air minum, serta menghindari aktivitas fisik berlebihan. Jemaah juga diminta memanfaatkan alat pelindung diri seperti payung, topi, dan semprotan air untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Baca juga : Di DPRD Kota Makassar, Partai Ka’bah Terbelah
Tim kesehatan dan petugas kloter akan terus siaga mendampingi dan melayani jemaah di lapangan. Jika mengalami gangguan kesehatan, jemaah diimbau segera melapor ke petugas kloter atau tenaga medis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya