RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membangun empat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) sebagai bagian dari program pengelolaan sampah modern. Hasil energi dari PLTSA ini direncanakan akan disalurkan ke PLN, tanpa memerlukan tipping fee seperti skema lama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pembangunan PLTSA akan dimulai setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres).
“Yang pertama kami menunggu perpres dari pemerintah pusat. Tetapi prinsipnya seperti juga dengan arahan Bapak Presiden apakah nanti PLTSnya 5 atau 4, Jakarta siap untuk itu,” ujar Gubernur Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (16/6/2025).
Baca juga : Golkar DKI Jakarta Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran Kapuk Muara
Dalam mekanisme baru, hasil listrik dari PLTSA akan disalurkan langsung ke PLN.
“Listriknya nanti siapa yang akan membeli? Tentunya listriknya akan disalurkan melalui PLN,” jelas Pramono.
Skema terbaru tidak lagi membutuhkan tipping fee yang sebelumnya menjadi hambatan.
Baca juga : HUT Jakarta ke-498, Pemprov Hapus Denda Pajak Sampai 22 Juni 2025
“Sehingga yang dulu menjadi persoalan selalu harus ada tipping fee-nya maka tipping fee sudah tidak diperlukan lagi,” ucap Pramono.
Teknologi PLTSA kini dinilai lebih terjangkau dan dapat dioperasikan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Karena dengan teknologi yang sekarang ini generator atau PLTS ini teknologinya sudah tidak terlalu canggih seperti dulu,” terang Pramono.
Baca juga : Busan Olah Sampah Jadi Energi Bersih
Dengan volume sampah harian mencapai 7.700 ton dan cadangan sampah mencapai 55 juta ton, Jakarta memiliki sumber daya yang besar untuk mendukung PLTSA.
“Yang menguntungkan bagi Jakarta sampahnya setiap hari ada 7.700, stoknya kurang lebih ada 55 juta,” tegas Pramono.
Pendapatan dari hasil listrik PLTSA akan diarahkan untuk mendukung pembangunan proyek strategis lainnya, termasuk Giant Sea Wall. Ini merupakan strategi multifungsi untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dan energi sekaligus membiayai pembangunan infrastruktur vital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.