Dark/Light Mode

Temui Kepala Staf Bela Diri Jepang, Menhan Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

Jumat, 25 April 2025 22:22 WIB
Kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang (Chief of Staff, Joint Staff, Japan Self-Defence Forces/JSDF) Yang Mulia, Jenderal Yoshida Yoshihide, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jumat (25/4/2025). (Biro Infohan Setjen Kemhan)
Kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang (Chief of Staff, Joint Staff, Japan Self-Defence Forces/JSDF) Yang Mulia, Jenderal Yoshida Yoshihide, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jumat (25/4/2025). (Biro Infohan Setjen Kemhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang Yang Mulia, Jenderal Yoshida Yoshihide.

Pertemuan yang berlangsung  di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jumat (25/4/2025) ini menjadi momen penting memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang pertahanan.

Dalam suasana pertemuan yang hangat dan bersahabat, Menhan RI menyampaikan apresiasi atas kontribusi Jenderal Yoshida Yoshihide dalam mempererat kerja sama pertahanan antara kedua negara. 

Menhan Sjafrie juga menegaskan, kembali komitmen Indonesia untuk terus menjalin hubungan strategis dengan Jepang, khususnya sebagai sesama negara maritim yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga : Cegah Karhutla, Kapolri Tekankan Pentingnya Edukasi Sejak Dini

Salah satu dasar penting dari kerja sama ini adalah Memorandum antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang, tentang Kerja Sama dan Pertukaran di Bidang Pertahanan yang telah ditandatangani pada 23 Maret 2015. Dokumen ini menjadi landasan hukum dalam berbagai inisiatif strategis antara kedua negara.

Jenderal Yoshida menyampaikan pandangan Jepang mengenai pentingnya menetapkan tujuan strategis bersama antara Indonesia dan Jepang, yang mencerminkan kesamaan posisi kedua negara sebagai negara maritim di kawasan Indo-Pasifik. 

Stabilitas maritim dipandang sebagai elemen penting bagi perdamaian kawasan, pertumbuhan ekonomi, serta keberlangsungan perdagangan internasional. Untuk itu, kedua pihak mendiskusikan peningkatan kerja sama, salah satunya di bidang pelatihan bersama.

Keduanya juga sepakat bahwa kerentanan terhadap bencana alam merupakan tantangan bersama yang memerlukan respons terkoordinasi. Indonesia menyatakan keterbukaan terhadap kerja sama dalam pertahanan sipil dan penanggulangan bencana, termasuk pelatihan bersama, pengembangan kapasitas tanggap darurat dan peningkatan interoperabilitas antar lembaga terkait.

Baca juga : Dubes Inggris Dominic Jermey Bahas Pemulangan Napi Bersama Menko Yusril

Pertemuan ini juga membahas tindak lanjut dari Japan-Indonesia Defence Ministerial Meeting yang telah diselenggarakan pada 7 Januari 2025 di Jakarta. 

Dalam pertemuan tersebut, Jepang mengusulkan penguatan kerja sama melalui beberapa inisiatif, antara lain penguatan dan perluasan pertukaran personel tingkat tinggi antara TNI AL dan Japan Maritime Self-Defence Force. Kemudian, peningkatan interoperabilitas antara TNI AL dan Japan Maritime Self-Defence Force.

Menutup pertemuan, Menhan RI menyampaikan apresiasi atas perhatian dan keterlibatan aktif pihak Jepang dalam memperkuat hubungan pertahanan kedua negara. 

Menhan juga menyampaikan optimisme bahwa pertemuan ini akan membuka jalan bagi kemitraan strategis yang lebih kokoh dan berkelanjutan di masa mendatang.

Baca juga : Advokat Suap Hakim, Asosiasi Pengacara Syariah Prihatin

Turut hadir mendampingi Menhan yaitu Wakil Menteri Pertahanan, Sekjen Kemhan, dan Irjen Kemhan. 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.