BREAKING NEWS
 

DPRD Dukung Langkah Pramono Bangun PLTSa

Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 19 Juni 2025 06:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Terkait masalah biaya pengo­lahan sampah atau tipping fee, Pram menegaskan bahwa hal itu kini tidak lagi menjadi kendala bagi Jakarta. Sebab, permintaan untuk mengelola sampah men­jadi energi kini mulai tinggi.

Karena itu, lanjutnya, Pemprov DKI siap membangun lima PLTSa. Pram menuturkan, pembangunan PLTSa akan dimulai setelah terbit Perpres. “Tetapi prinsipnya seperti arahan Bapak Presiden, apakah nanti PLTSa-nya lima atau empat, Jakarta siap untuk itu,” ucapnya.

Pram menyebut, teknologi PLTSa lebih terjangkau dan dapat dioperasikan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi. Menurutnya, dengan volume sampah harian mencapai 7.700 ton dan cadangan sampah mencapai 55 juta ton, Jakarta me­miliki sumber daya yang besar untuk mendukung PLTSa.

Baca juga : Kondisi APBN: April Surplus Rp 4 T, Mei Defisit Rp 21 T

Pendapatan dari hasil listrik PLTSa ini, lanjut dia, akan diarah­kan untuk mendukung pembangunan proyek strategis lainnya, termasuk Giant Sea Wall. “Ini merupakan strategi multifungsi untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dan energi, sekaligus membiayai pembangunan infra­struktur vital,” katanya.

Dia menjelaskan, 55 juta ton sampah yang menumpuk di Bantar Gebang akan diolah menjadi energi listrik melalui pembangunan empat PLTSa.

Setiap PLTSa ditargetkan me­miliki kapasitas harian 2.500 ton sampah, yang secara total dapat menghasilkan sekitar 1.500 megawatt listrik. Angka ini diperkirakan mampu memenuhi seluruh kebu­tuhan listrik di Jakarta.

Baca juga : Sita Uang Korupsi 11,8 T, Kejagung Makin Harum Namanya

Pram pun mengatakan, me­lalui pengelolaan sampah, Jakar­ta akan memperoleh tambahan pendapatan (revenue). “Nah, revenue inilah yang akan digunakan sebagian untuk membangun Giant Sea Wall,” ujar dia.

Pemprov DKI kini mendapat­kan tanggung jawab untuk membangun Giant Sea Wall di pesisir utara, sepanjang 19 kilometer (km). Angka ini bertambah dari semula yang hanya 12 km.

Meski begitu, Pram memastikan, komitmen Pemprov DKI untuk menyiapkan pembangunannya. Dengan APBD Jakarta yang saat ini sebesar Rp 91 triliun, Pemprov DKI menargetkan mengalokasikan minimal Rp 5 triliun setiap tahun untuk proyek tanggul ini.

Baca juga : Israel Vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III

“Ini menjadi tantangan bagi kami. Kami akan bekerja keras untuk bisa mewujudkan penu­gasan dari bapak Presiden,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense