Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berantas Koruptor, Bintang Sembilan Optimis Pemerintah Tak Tebang Pilih
Rabu, 18 Juni 2025 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik hasil survei Litbang Kompas yang membeberkan 78,3 persen masyarakat meyakini, Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mampu menuntaskan kasus korupsi di Indonesia. Sejalan dengan hasil survei ini diyakini tidak akan ada tebang pilih meringkus koruptor.
“Tingginya tingkat kepercayaan publik ini merupakan modal sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintahan Prabowo,” kata politisi PKB, Abdullah, Selasa (17/6/2025).
Anggota Komisi III DPR-RI ini menegaskan, hasil survei ini sebagai penyemangat penegak hukum untuk bekerja secara profesional. Termasuk, tidak tebang pilih dalam menangani kasus rasuah, dan bekerja secara sistematis.
Baginya, kepercayaan rakyat harus dijaga dan dijawab dengan tindakan nyata. Tak boleh bersifat simbolik atau sekadar pencitraan. “Harus dilakukan secara profesional, transparan, dan yang terpenting Tidak pandang bulu,” tegasnya.
Baca juga : Blokir 2 Juta Situs, Kemenkomdigi Lindungi Anak-Anak Dari Judol
Anak buah Muhaimin Iskandar ini juga menyingung sejumlah kasus korupsi besar yang ditangani Kejaksaan Agung sebagai ujian serius bagi integritas penegakan hukum di Indonesia. Di antaranya adalah kasus korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, yang diduga merugikan negara hingga Rp 271 triliun.
Kemudian, korupsi proyek BTS 4G BAKTI Kominfo. Kemudian kasus korupsi pengadaan satelit slot orbit 123° bujur timur di Kementerian Pertahanan. Ada juga skandal korupsi di PT Asabri dan PT Jiwasraya, yang masih menyisakan proses penelusuran aset dan pemulihan kerugian negara.
Berikutnya, kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di sektor pertambangan, keuangan, dan kehutanan yang tengah menjadi perhatian publik karena potensi kerugian negara yang sangat besar.
“Kita tidak kekurangan kasus besar, dan masyarakat menunggu penyelesaian yang tuntas. Pemerintah ke depan harus menunjukkan tidak ada yang kebal hukum, apakah itu pejabat tinggi, tokoh partai, atau pengusaha besar,” tegasnya.
Baca juga : Awas, Pilkada Barito Utara Diulang Karena Politik Uang
Dia juga menegaskan skuad PKB di Senayan terus mengawal dan mengawasi kinerja aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, dan Polri, agar tetap independen dan tidak menjadi alat politik.
Selanjutnya, PKB mendukung upaya pembenahan sistemik dalam penegakan hukum, termasuk melalui penguatan regulasi, pengawasan internal lembaga, dan pembenahan manajemen SDM di sektor hukum.
Abdullah juga menyerukan agar semua elemen bangsa, baik itu eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga masyarakat sipil dapat bersinergi dalam membangun budaya antikorupsi yang kokoh dan berkelanjutan demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan dipercaya rakyat.
Sebelumnya, 78,3 persen suara dari masyarakat yakin pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mampu menuntaskan kasus korupsi di Indonesia. Keyakinan publik itu tercermin dalam hasil survei Litbang Kompas terkait “Awareness Publik Terhadap Penanganan Kasus Korupsi di Indonesia”.
Baca juga : Ahli Dan Lembong Adu Data
Tercatat, dari 78,3 persen tersebut, 7,0 persen publik menyatakan sangat yakin dan 71,3 persen menyatakan yakin bahwa Presiden Prabowo mampu menuntaskan kasus korupsi. Sedangkan 17,7 persen masyarakat menyatakan tidak yakin Pemerintahan saat ini mampu menyelesaikan kasus-kasus korupsi. Hanya 1,1 persen yang menyatakan sangat tidak yakin terkait hal tersebut.
Sebagai informasi, Litbang Kompas melakukan survei kuantitatif secara tatap muka (F2F) pada 7-13 April 2025 terhadap 1.200 responden dari 38 provinsi. Sampel diambil menggunakan metode multistage random sampling. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya