RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Jika berjalan mulus, langkah itu tidak hanya mengatasi masalah sampah, namun mendatangkan potensi ekonomi yang besar.
Anggota DPRD DKI Ali Lubis mendukung rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun PLTSa.
“Ini ide yang bagus. Saya sebagai anggota Komisi D DPRD DKI, mendukung niat baik Pak Gubernur,” ucap Ali kepada Rakyat Merdeka, Selasa (17/6/2025).
Baca juga : Kondisi APBN: April Surplus Rp 4 T, Mei Defisit Rp 21 T
Ali menilai, rencana pembangunan PLTSa merupakan sebuah terobosan dalam pengelolaan sampah di Jakarta sebanyak hampir 8.000 ton per hari.
Namun, Ali mengingatkan, investasi pembangunan PLTSa sangat mahal, sehingga sulit jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pemprov DKI harus mencari investor yang mau diajak kerja sama membiayai fasilitas tersebut,” saran Anggota DPRD DKI Bidang Pembangunan, yang salah satu tugasnya meliputi Dinas Lingkungan Hidup ini.
Baca juga : Sita Uang Korupsi 11,8 T, Kejagung Makin Harum Namanya
Selain itu, lanjut dia, harga jual listrik yang dihasilkan PLTSa tergolong mahal. Karena itu, Pemprov DKI perlu memastikan siapa yang bersedia membeli listrik tersebut. “Jangan sampai listrik itu tidak tersalurkan. Apakah PLN bersedia membelinya?” tanya Ali.
Menurut Ali, payung hukum atau regulasi pembangunan PLTSa sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. “Artinya, Gubernur tidak perlu lagi menunggu Perpres untuk melaksanakan pembangunan PLTSa,” ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yakin, masalah pengelolaan sampah di Jakarta bisa segera terselesaikan. Menurutnya, dengan teknologi insinerator dan PLTSa yang terbukti berhasil di sejumlah negara, maka pengelolaan sampah akan bisa dilakukan dengan baik.
Baca juga : Israel Vs Iran Bisa Picu Perang Dunia III
Setiap hari, Jakarta menghasilkan 7.700 ton sampah. Sedangkan tumpukan sampah di Bantar Gebang mencapai hampir 56 juta ton. Dengan adanya teknologi insinerator dan PLTSa, Pram yakin sampah akan memiliki potensi ekonomi yang besar.
Bahkan, menurutnya, saat ini banyak pihak yang menemuinya, karena tertarik mengelola sampah. “Dulu sampah menjadi momok, beban. Sebentar lagi sampah seperti harta karun, diperebutkan siapa pun,” kata Pram di Balai Kota Jakarta, Senin (16/6/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.