BREAKING NEWS
 

Vibes Stasiun Tanah Abang Mirip Bandara

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 4 Juli 2025 06:50 WIB
Wajah baru Stasiun Tanah Abang setelah direvitalisasi. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Stasiun Tanah Abang kini tampil dengan wajah baru setelah direvitalisasi. Lebih megah dan modern. Banyak penumpang merasa vibes-nya mirip bandara.

Stasiun baru Tanah Abang akhirnya dioperasikan penuh sejak Minggu (29/6/2025). Ge­dung barunya berdiri gagah di sisi bangunan lama, mem­bawa nuansa baru dalam dunia perkeretaapian ibu kota. Dengan konsep Transit Oriented De­velopment (TOD), stasiun ini digadang-gadang jadi tulang punggung konektivitas transpor­tasi Jakarta.

Bangunan seluas 12.000 meter persegi itu benar-benar tampil beda. Vibe-nya seperti mall mewah. Lobby utamanya ber­bentuk dome–berplafon tinggi dengan ornamen coklat elegan. Di dalamnya tersedia tangga manual, eskalator, dan lift untuk memudahkan mobilitas penum­pang. Jalur khusus tunanetra dan akses kursi roda pun disediakan, makin ramah untuk semua ka­langan.

Baca juga : Prilly Latuconsina, Ingin Nikahi Pria Berpikiran Dewasa

Wayfinding atau papan petun­juk arah sudah terpasang rapi. Tapi karena masih baru dan luas, tidak sedikit penumpang yang kebingungan masuk gate atau cari peron. Maklum, sekarang ada enam peron dengan fungsi berbeda-beda. Informasinya terpampang di spanduk dalam stasiun, tapi tetap butuh waktu untuk beradaptasi. Detailnya, peron 1 dan 2 (bangunan baru) melayani rute Duri/Angke/Kam­pung Bandan hingga Bekasi/Cikarang. Peron 3 (bangunan lama) jadi tempat turun dari Rangkasbitung. Rangkaian lalu dialihkan ke peron 5-6. Peron 5-6 melayani rute sebaliknya: Serpong, Parung Panjang, hing­ga Rangkasbitung.

Di luar stasiun, fasilitas­nya cukup menunjang. Jalur pedestrian dilengkapi guid­ing block dan kanopi. Tapi, Halte Transjakarta di dekatnya masih semrawut, kotor, penuh sampah, dan pedagang yang tak tertata. Bahkan ada lapak yang menutup guiding block.

Adsense

Plaza stasiun juga dilengkapi taman mini. Cocok buat istirahat atau sekadar menunggu jemputan sambil ngadem.

Baca juga : Beras Surplus, Jagung-Telur-Gula Ditarget Bebas Impor Tahun Depan

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan, menjelas­kan bahwa sejak Februari 2025, peron jalur 1 sudah lebih dulu dioperasikan. Nah, mulai Minggu (29/6/2025), giliran peron 2 dan 3 ikut difungsikan.

“Pengguna Commuter Line Rangkasbitung kini turun di peron 3, lalu langsir ke jalur 5 atau 6 untuk perjalanan balik ke arah Serpong dan sekitarnya,” ujar Leza.

Flow penumpang pun ikut berubah. Jalur keluar masuk kini lebih jelas. Gate-in di lantai dua, gate-out di lantai dasar. Se­mentara bangunan lama tetap di­fungsikan sebagai alternatif akses.

Baca juga : Usul Bangun Kampung Haji, Prabowo Lobi Pangeran Saudi

Leza menyebut, semua pe­rubahan ini demi mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan, terutama di Jem­batan Penyeberangan Orang (JPO) yang sering jadi titik penumpukan. Targetnya, stasiun ini bisa melayani hingga 300 ribu penumpang per hari.

Saat ini, volume penumpang harian di Tanah Abang menca­pai, 54–55 ribu orang per hari kerja, 41–43 ribu orang saat hari libur. Sementara penumpang transit mencapai 145–146 ribu orang per hari kerja, dan 124–125 ribu orang saat akhir pekan.

KAI Commuter mengimbau penumpang memperhatikan kembali jalur peron dan pintu keluar. “Dan jangan lupa, jaga­lah fasilitas bersama,” pungkas Leza. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense