Dark/Light Mode

Kejar Swasembada Energi

Bahlil: Tiap Malam Mikirnya Lifting Minyak

Kamis, 3 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Wamen ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (ketiga kanan) serta jajaran, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM).
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Wamen ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (ketiga kanan) serta jajaran, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/7/2025). (Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sangat fokus berusaha meningkatkan lifting minyak nasional. Setiap malam, Bahlil berpikir keras mencari cara mengejar target lifting minyak.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, target lifting minyak 2025 adalah 605 ribu barel per hari. Namun, sampai Mei 2025, realisasinya baru sekitar 567 ribu barel per hari. Karena itu, setiap malam sebelum tidur, pikiran Bahlil selalu tertuju pada upaya mencapai target itu.

Baca juga : Demokrat Mau Upgrade Kualitas Para Kadernya

“Otak saya sekarang mikirnya minyak terus. Lifting terus. Sekarang, sebelum tidur, itu mikirnya bagaimana caranya agar lifting minyak naik. Apalagi, target Presiden ini bisa swasembada energi dan mengurangi impor,” ujar Bahlil, saat Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, di Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, swasembada energi bukan perkara mudah. Berbeda dengan swasembada pangan yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Jika punya modal, lahan, dan pupuk, enam bulan bisa tercapai swasembada pangan.

Baca juga : Kerja Desk Pemberantasan Penyelundupan Buahkan Hasil

Sementara, swasembada energi butuh modal besar, teknologi, wilayah kerja, dan waktu sekitar tiga tahun. Bahkan dengan semua itu, hasilnya belum tentu selalu berhasil.

“Karena itu, di Kementerian ESDM, kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan tentu saja kerja dengan doa. Kalau Allah tidak membukakan jalan untuk sumber daya alam kita, susah juga. Memang berat urusan energi ini, dan biasanya Presiden memberikan tugas berat ke partai yang memang mampu mengurus hal-hal sulit,” kata Bahlil, setengah berseloroh.

Baca juga : Hubungan Wagub & Sekda Jabar Kembali Harmonis

Meski tantangannya besar, Bahlil tetap optimis target lifting 605 ribu barel per hari tahun ini akan tercapai. Data terakhir pada 29 Juni menunjukkan, produksi sudah mendekati target, yaitu 602 ribu barel per hari. Capaian ini berkat tambahan 30 ribu barel dari Blok Cepu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.