RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jakarta pontang-panting untuk menebus pangan murah bersubsidi. Sulit mendaftar via online dan harus antre untuk mendapatkannya. Bahkan, banyak warga yang harus rela antre sejak dini hari. Anggota DPRD pun mengusulkan solusi: bantuan itu sebaiknya diantar langsung ke rumah penerima manfaat.
Sejumlah warganet menyerbu kolom komentar akun Instagram Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, @pramonoanungw.
Mereka mengeluhkan sulitnya mendaftar online untuk menebus pangan murah bersubsidi. Sedangkan untuk yang offline atau on the spot harus antre sejak dini hari.
Baca juga : Madrid Diobok-Obok Paris
“Antrean KJP Pangan Subsidi di Rusun Petamburan Jakarta Pusat mengular. Antrean mulai jam 1 dini hari. Ibu-ibu, lansia, ada juga yang membawa bayi, ikut dalam antrean KJP Pangan Subsidi. Menjelang jam 7 pagi, antrean semakin panjang. Mereka yang antre paling belakang tampak resah karena khawatir tidak mendapatkan nomor antrean. Pak Gubernur @pramonoanungw dan anggota DPRD DKI, mohon sidak dan perbaiki sistemnya. Kok kota global masih seperti ini pelayanan kepada warganya,” curhat @rockfestmagazine_.
“Assalamualaikum Pak @pramonoanungw yang terhormat, untuk masalah pangan murah yang ditebus pakai KJP, kembalikan saja sistemnya seperti semula. Karena ada tambahan penginputan data tanggal lahir, jadi susah untuk daftar. Isi data sesuai arahan yang diminta, tetap saja responsnya salah. Mohon Pak, kembalikan saja sistemnya seperti biasa tanpa tanggal lahir,” pinta @ninafathurahman.
“Saya setiap hari daftar online tak pernah dapat, padahal jam 7 sudah mantengin. Sekalinya bisa masuk, lama banget trial-nya, ujung-ujungnya kuota habis. Seperti ada permainan orang dalam,” ujar @lalabinamakaya.
Baca juga : Prestasi Anjlok, CEO Red Bull Racing Dipecat
“Selamat pagi Pak. Mau usul. Kali saja di pemerintahan Bapak bisa hapuskan antrean pangan bersubsidi. Kembali ke zaman dulu Pak, kami datang, antre sebentar, terus ambil. Kalau memang untuk rakyat, kenapa harus dipersulit,” usul @trizskatrz.
“Assalamualaikum Pak Gubernur, sekarang makin susah mendapatkan sembako KJP. Tolong dipermudah,” harap @suparti3550.
“Pak, tolong sembako KJP jangan dipersulit,” tulis @ardania_wiraguna. “Pak, daftar sembako KJP susah banget, 1 menit kuota habis. Tak masuk akal,” ketus @firdaa_m. “Pak, link sembako KJP susah sekali,” kata @eka.ari66.
Baca juga : Santai Disindir Tak Cantik Lagi
Keluhan warganet ini jadi sorotan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Komisi B menilai, penyaluran pangan murah bersubsidi, masih belum optimal.
Karena itu, Anggota Komisi B Francine Eustacia mengusulkan agar pangan murah bersubsidi, disalurkan langsung ke rumah calon penerima. “Sehingga, benar-benar terasa manfaatnya,” kata Francine dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).
Jika usulan ini dapat diterapkan, kata Francine, maka bisa mengefisiensi waktu para calon penerima manfaat pangan bersubsidi. “Bisa mengurangi kerepotan warga yang harus antre, walaupun sudah disediakan sistem online,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.