Sebelumnya
Kendala antrean panjang dan belum pasti dapat pangan bersubsidi ini, sudah terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. “Penerima KJP harus rebutan untuk dapat tiket antrean,” sentilnya.
Parahnya, meski sudah mengantre dari pagi sekali, banyak penerima manfaat yang tidak kebagian pangan bersubsidi. “Seharusnya, sistem antrean ini sudah sesuai dengan kuotanya. Tapi, antrean masih panjang,” ujarnya.
Hal ini, lanjut dia, mengindikasikan pelaksanaan yang buruk dalam distribusi. Atau, mungkin stoknya tidak tersedia, sehingga dipersulit.
Baca juga : Madrid Diobok-Obok Paris
Karena itu, dia minta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Pangan kompak menyiapkan stok sesuai jumlah penerima manfaat. Sehingga, tidak ada lagi warga yang mengeluh tidak mendapat kuota untuk membeli pangan murah bersubsidi.
“Kami mendorong agar pangan bersubsidi dibuat dalam bentuk paket dan dianggarkan sesuai jumlah penerima, agar seluruh penerima manfaat mendapatkannya,” tutur Francine.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi B DPRD DKI Ryan Kurnia Ar Rahman. Pendistribusian pangan murah bersubsidi, sebaiknya dengan mekanisme sesuai nama dan alamat. “Jadi, tidak ada lagi calo-calo,” ujar Ryan.
Baca juga : Prestasi Anjlok, CEO Red Bull Racing Dipecat
Ryan mengaku, banyak mendapat aduan dari warga penerima manfaat pembelian pangan murah. Terdapat keluhan harus membayar agar bisa mendapat nomor antrean.
“Pukul 7.00 WIB dibuka, pukul 7.01 WIB kuota sudah penuh. Ketika dicek, ternyata ada permainan calo. Barcode antrean dijual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu,” duga Ryan.
Untuk meningkatkan aksesibilitas pangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan intervensi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP). Yakni, pangan murah bersubsidi untuk masyarakat tertentu.
Baca juga : Santai Disindir Tak Cantik Lagi
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 6 Tahun 2018, ada enam jenis pangan yang disubsidi. Yakni, daging sapi, daging ayam, telur, beras, susu, dan ikan. Dalam pendistribusiannya, Dinas KPKP bekerja sama dengan PD Dharma Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya.
Untuk bisa menebus pangan murah bersubsidi, penerima manfaat harus melakukan pendaftaran antrean secara online. Kini, proses pendaftarannya melalui situs resmi antrianpanganbersubsidi.pasarjaya.co.id.
Yang menerima pangan bersubsidi ini adalah beberapa kelompok masyarakat. Yakni; penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ), penyandang disabilitas, dan pemilik kartu pangan Jakarta. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.