BREAKING NEWS
 

Warga Curhat Kesulitan Tebus Pangan Murah

Ibu-Ibu Antre Sejak Dini Hari, Eh Stoknya Habis

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 11 Juli 2025 06:50 WIB
Warga antre mendapatkan beras dan sembako murah saat kegiatan Pasar Murah di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Kendala antrean panjang dan belum pasti dapat pangan ber­subsidi ini, sudah terjadi beru­lang kali dalam beberapa bulan terakhir. “Penerima KJP harus rebutan untuk dapat tiket an­trean,” sentilnya.

Parahnya, meski sudah mengantre dari pagi sekali, banyak penerima manfaat yang tidak kebagian pangan bersubsidi. “Se­harusnya, sistem antrean ini sudah sesuai dengan kuotanya. Tapi, antrean masih panjang,” ujarnya.

Hal ini, lanjut dia, mengindikasi­kan pelaksanaan yang buruk dalam distribusi. Atau, mungkin stoknya tidak tersedia, sehingga dipersulit.

Baca juga : Madrid Diobok-Obok Paris

Karena itu, dia minta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Pangan kompak menyiapkan stok sesuai jumlah peneri­ma manfaat. Sehingga, tidak ada lagi warga yang mengeluh tidak mendapat kuota untuk membeli pangan murah bersubsidi.

“Kami mendorong agar pangan bersubsidi dibuat dalam bentuk paket dan dianggarkan sesuai jumlah penerima, agar seluruh penerima manfaat mendapatkan­nya,” tutur Francine.

Hal senada disampaikan Ang­gota Komisi B DPRD DKI Ryan Kurnia Ar Rahman. Pendistribu­sian pangan murah bersubsidi, sebaiknya dengan mekanisme sesuai nama dan alamat. “Jadi, ti­dak ada lagi calo-calo,” ujar Ryan.

Baca juga : Prestasi Anjlok, CEO Red Bull Racing Dipecat

Ryan mengaku, banyak mendapat aduan dari warga penerima manfaat pembelian pangan mu­rah. Terdapat keluhan harus membayar agar bisa mendapat nomor antrean.

“Pukul 7.00 WIB dibuka, pukul 7.01 WIB kuota sudah penuh. Ketika dicek, ternyata ada permainan calo. Barcode antrean dijual Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu,” duga Ryan.

Untuk meningkatkan ak­sesibilitas pangan, Pemerin­tah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan intervensi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Ke­lautan dan Pertanian (KPKP). Yakni, pangan murah bersubsidi untuk masyarakat tertentu.

Baca juga : Santai Disindir Tak Cantik Lagi

Berdasarkan Peraturan Gu­bernur (Pergub) Nomor 6 Tahun 2018, ada enam jenis pangan yang disubsidi. Yakni, daging sapi, daging ayam, telur, beras, susu, dan ikan. Dalam pendistribusiannya, Dinas KPKP bekerja sama dengan PD Dharma Jaya dan PT Food Station Tjipinang Jaya.

Untuk bisa menebus pangan murah bersubsidi, penerima manfaat harus melakukan pendaftaran antrean secara on­line. Kini, proses pendaftarannya melalui situs resmi antrianpanganbersubsidi.pasarjaya.co.id.

Yang menerima pangan bersub­sidi ini adalah beberapa kelompok masyarakat. Yakni; penerima Kar­tu Jakarta Pintar (KJP), penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), penerima Kartu Lansia Jakarta (KLJ), penyandang disabilitas, dan pemilik kartu pangan Jakarta. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense