RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan bahwa Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan siap memasuki tahap operasional bertahap setelah dilakukan sejumlah peningkatan fasilitas pengendalian lingkungan. Peningkatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta usai melakukan peninjauan pada Maret 2025 lalu.
"Seluruh proses perbaikan kami lakukan secara komprehensif, salah satunya dengan penambahan tiga unit deodorizer untuk mengendalikan potensi kebauan di area proses, gudang produk, dan area residu. Ini penting agar operasional fasilitas ini tidak menggangu kenyamanan warga sekitar," kata Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dalam keterangan resmi, Senin (14/7/2025).
DLH melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas RDF Rorotan demi memastikan operasi yang aman dan ramah lingkungan.
Baca juga : RDF Rorotan Beroperasi Mulai 22 Agustus, Pramono Jamin Tidak Timbulkan Bau
Bukan hanya deodorizer, bahkan ada sistem pengendalian gas buang antara lain pemasangan baghouse filter untuk menyaring partikel debu, wet scrubber kedua untuk menyisihkan polutan gas, wet electrostatistic precipitator untuk menangkap partikulat halus dan kabut pada gas buang, serta alat carbon active yang mampu menyerap senyawa kimia berbahaya dalam gas buang.
Pendukung ditambahkan untuk memastikan keselamatan operasional dan perlindungan terhadap lingkungan sekitar. Salah satu langkah penting adalah pemasangan induced draft fan kedua untuk mengoptimalkan aliran gas ke cerobong.
"Penambahan alat induced draft fan kedua juga dilakukan untuk mengoptimalkan aliran gas menuju cerobong," katanya.
Baca juga : Presiden Pastikan, Kopdes Tidak Akan Matikan BUMDes
Dua alat utama yang telah ada sebelumnya juga turut dimodifikasi agar sesuai dengan standar emisi terbaru.
"Selain itu, dua alat eksisting juga telah kami modifikasi, yakni wet scrubber dan cerobong, agar emisi yang dilepaskan ke udara benar-benar aman dan memenuhi baku mutu lingkungan," tambahnya
Menurut Asep, penguatan sistem pengendalian ini merupakan bagian dari komitmen DLH dalam mendorong pengelolaan sampah modern yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat. RDF Plant Rorotan diharapkan menjadi contoh fasilitas pengelolaan sampah berteknologi maju di perkotaan Indonesia.
Baca juga : Revitalisasi Beres, Tarif Park and Ride Lebak Bulus Naik
"RDF Plant Rorotan adalah wujud transisi Jakarta menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Melalui sistem pengendalian yang sudah diperkuat, harapannya RDF Plant Rorotan akan beroperasi secara optimal sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah modern perkotaan di Indonesia," tutup Asep.
Saat ini, RDF Rorotan telah masuk tahap uji coba dan siap memasuki fase operasional bertahap dalam waktu dekat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.