BREAKING NEWS
 

Demo Ojol Tuntut Komisi 10 Persen Sepi Peserta

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 21 Juli 2025 19:30 WIB
Suasana demo Ojol di sekitar Istana Kepresidenan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi unjuk rasa yang digelar Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (21/7/2025), hanya dihadiri puluhan orang.

Jumlah peserta jauh dari klaim sebelumnya yang menyebutkan aksi akan dihadiri hingga 50.000 pengemudi ojek daring (ojol).

Ketua Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono sebelumnya menyatakan, aksi ini akan diikuti ribuan driver dan disertai aksi offbid massal, yakni mematikan aplikasi sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut skema pembagian pendapatan sebesar 90 persen untuk pengemudi dan 10 persen untuk perusahaan aplikasi.

Baca juga : Hasto Sebut Tuntutan 7 Tahun Penjara Orderan Pihak Tertentu

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah peserta aksi tidak mencapai 100 orang.

Massa yang hadir justru didominasi oleh wartawan dan hanya segelintir pengemudi ojol yang ikut serta.

Adsense

Sejumlah asosiasi pengemudi ojol lain menyatakan tidak terlibat dalam aksi tersebut. Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional (KON), Andi Kristiyanto, mengatakan bahwa aksi tersebut tidak merepresentasikan suara mayoritas pengemudi.

“KON tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa hari ini. Beberapa poin tuntutan aksi kita berbeda, dan kami tetap menganggap bahwa tuntutan tersebut hanya mewakili segelintir ojol dan sarat dengan kepentingan pribadi atau golongan atau kelompok tertentu, serta ada indikasi muatan politis,” ujar Andi kepada wartawan, Senin (21/7).

Baca juga : Tarif Trump Turun Jadi 19 Persen, Ketum Hipmi: Upaya Pemerintah Sudah Maksimal

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Forum Komunitas Driver Online Indonesia, Rahman Thohir.

Ia menyebut tuntutan penurunan potongan komisi dari 20 persen menjadi 10 persen tidak relevan dan tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan pengemudi.

“Dalam KP 1001 tahun 2022 memang diatur potongan 20 persen itu. 15 persen potongan langsung dan 5 persen potongan tidak langsung untuk kesejahteraan mitra. Ada aplikator yang memang menerapkan ini berupa voucher-voucher swadaya. Nah kalau ini dihilangkan jadi 10 persen apakah ini ada lagi nanti?” kata Rahman, Senin (17/7).

Rahman juga mengajak para pengemudi untuk fokus mengawasi pemanfaatan potongan sebesar 5 persen yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan mitra.

Baca juga : Trump Umumkan Tarif Untuk Indonesia 19 Persen, Ini Bocoran Kesepakatannya

“Kami menghimbau teman-teman lihat yang penerapan 5 persen ini apakah benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan mitra. 5 persen ini yang kita pantaulah,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense