RM.id Rakyat Merdeka - Rentetan kasus kebakaran yang marak terjadi di Jakarta selama bulan Juli 2025, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) gusar. Mereka mendesak Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Kebakaran segera turun tangan memperkuat pencegahan musibah itu kembali terjadi.
Anggota DPRD DKI Jakarta Kevin Wu mengapresiasi upaya pencegahan yang dilakukan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Seperti, Program Gerakan Masyarakat Punya APAR (GEMPAR), pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di tingkat RT, penyediaan hidran mandiri di lokasi rawan kebakaran, dan edukasi kepada warga secara langsung.
Kevin juga mendukung pembentukan Satgas Pencegahan Kebakaran di 267 kelurahan se-Jakarta. Namun, dia menekankan pentingnya memastikan bahwa program ini bukan cuma formalitas, melainkan benar-benar berdampak langsung bagi keselamatan warga. Terutama, dalam upaya pencegahan kebakaran.
“Yang terpenting, Satgas ini bekerja nyata di tengah warga, melakukan edukasi, patroli, dan deteksi dini sebelum kebakaran terjadi,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Rabu (30/7/2025).
Baca juga : Dea Annisa, Pasrah Dipanggil Dea Imut
Kevin menambahkan, sebagian besar kebakaran di Jakarta, terjadi di kawasan padat rumah yang dihuni warga berpenghasilan rendah. Dalam banyak kasus, warga menjadi korban karena minimnya edukasi dan respons cepat yang memadai.
“Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan. Satgas di kelurahan bisa menjadi penggerak utama budaya sadar bahaya kebakaran jika diberikan pelatihan, dukungan peralatan, dan jejaring dengan relawan lokal,” katanya.
Menurut Kevin, Satgas per kelurahan bisa menjadi awal yang baik, meski belum cukup. Untuk itu, dia menyarankan agar Pemprov DKI membangun kerja sama antara Satgas dengan struktur sosial di tingkat Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), hingga komunitas Karang Taruna.
Kevin mendorong agar Satgas ini juga difungsikan sebagai kanal informasi warga. Apalagi, dia kerap menerima keluhan warga tentang minimnya akses informasi penanggulangan bencana.
Baca juga : Disikat Polri dan Kejagung, Pengoplos Beras Kena Batunya
Sebagai informasi, pada Juli 2025, sejumlah lokasi di Jakarta dilahap si jago merah. Tidak hanya menyebabkan kerugian materi, kebakaran pada Juli tahun ini, menewaskan lima orang.
Kebakaran di Jalan Kutilang, RW 02, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/7/2025), sekitar pukul 06.21 WIB, menyebabkan empat anak meninggal.
Sehari kemudian, kebakaran di Muara Baru Raya, Blok J, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (20/7/2025), sekitar pukul 09.10 WIB, mengakibatkan satu korban meninggal.
Setelah itu, ada lagi kebakaran lainnya. Sekitar 500 kios di Pasar Taman Puring, Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hangus dilahap si jago merah pada Senin malam (28/7/2025).
Baca juga : Dipanggil Kejagung, MRC Mangkir Lagi Mangkir Lagi
Saat itu, Dinas Gulkarmat DKI melaporkan bahwa kebakaran terjadi di Ruko Pasar Taman Puring, tepatnya di Jalan Kyai Maja Nomor 37-42, RT 007 RW 001, Kelurahan Gunung. Api mulai berkobar sekitar pukul 18.00 WIB dan segera dilaporkan warga setempat.
Untuk meminimalisir kebakaran, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan, Pemprov DKI akan mengoptimalkan gerakan kepemilikan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap RT.
Kemudian, lanjut Rano, monitoring berkala instalasi listrik di kontrakan, rumah kos dan tempat usaha. Sebab, hampir 90 persen kebakaran yang terjadi di Jakarta ini akibat arus pendek listrik. Seperti, lupa mencabut charger handphone, atau faktor kelalaian lainnya.
Hal itu disampaikan Rano saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kutilang, RT 06/02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025). [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.