BREAKING NEWS
 

DPRD DKI Dorong Pembangunan Hunian Di Atas Pasar

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 24 September 2025 20:04 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Pandapotan Sinaga (paling kanan) dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Transformasi Pasar di Kota Jakarta Menuju Kota Global di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mendukung program revitalisasi pasar yang tengah digencarkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya.

Namun dia mengingatkan revitalisasi bukan hanya sekedar renovasi, tapi strategi besar menuju kota global sekaligus jawaban atas krisis hunian. Pandapotan bilang, aset strategis Pasar Jaya harus dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan hunian.

"Jakarta kekurangan 250 ribu sampai 300 ribu unit hunian layak. Pasar Jaya punya aset strategis, jangan berhenti di atas kertas," kata anggota Komisi B ini dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk Transformasi Pasar di Kota Jakarta Menuju Kota Global di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).

Karena itu, dia mendorong Pasar Jaya membangun pasar dengan pembangunan berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Yakni, hunian di atas pasar.

Baca juga : DPR Dorong SPBU Swasta Bangun Kilang Minyak

Dengan konsep ini, akan menjawab dua masalah sekaligus. Yakni: krisis hunian dan sepinya pasar. "Penghuni akan menjadi pelanggan pasar," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, hunian di atas pasar akan memberi akses lebih mudah bagi masyarakat untuk tinggal di tengah kota.

Ditegaskan dia, keberhasilan revitalisasi pasar bukan hanya untuk pedagang, tapi juga generasi muda, termasuk kalangan pewarta.

Adsense

"Ke depan, wartawan yang baru menikah dan belum punya rumah pun bisa mendapat hunian layak di tengah kota," pungkasnya.

Baca juga : Rossoneri Perkasa Di Pentas Coppa Italia

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, revitalisasi kini diarahkan untuk menjadikan pasar sebagai simbol kota modern dan ramah lingkungan.

"Program ini sekaligus bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global," kata Agus.

Menurutnya, sejak menjabat pada Agustus 2023, Pasar Jaya bergerak cepat melakukan modernisasi seluruh pasar di Jakarta.

"Hingga September 2025, sebanyak 67 pasar sudah dicat ulang dengan warna korporasi baru, fasilitas dasar diperbaiki, serta revitalisasi pasar dijalankan lewat skema dana internal, penyertaan modal daerah (PMD), dan kemitraan swasta," bebernya.

Baca juga : Prabowo Subianto Dan Perjalanan Pengabdian Atas Kemerdekaan Palestina

Tidak hanya itu, kata Agus, Pasar Jaya tengah menyiapkan pusat pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati. Targetnya, pada 2026, 95 persen sampah organik pasar bisa diolah langsung tanpa harus ke TPA Bantar Gebang.

Selain itu, digitalisasi juga menjadi fokus dalam proyeksi kerjanya. Kini, pembayaran nontunai telah diterapkan di 57 pasar. "Tahun ini kami tambah 30 pasar baru dalam program digitalisasi," ucapnya.

Agus menuturkan, Pasar Jaya mulai mengembangkan hunian di atas pasar dengan Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG). Proyek perdana di Rusun Pasar Rumput sudah terisi 85 persen, dominasi kalangan milenial, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.

"Ke depan, lima pasar besar seperti Pasar Minggu dan Senen akan jadi lokasi pengembangan hunian terintegrasi," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense