Dark/Light Mode

Gelar Rakor Swasembada

Zulhas Genjot Pembangunan Lumbung Pangan Di Merauke

Rabu, 17 September 2025 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan.  (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional di Gedung Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Dia menegaskan pentingnya mempercepat pembangunan lumbung pangan di Merauke, Papua Selatan, untuk menjamin stok pangan rakyat dan membuka lapangan kerja baru.

Sejumlah menteri hadir dalam rapat tersebut. Antara lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid dan Menteri Kehutanan Raja Juli. Hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Usai rapat, Zulhas sapaan Zulkifli Hasan, memberikan keterangan kepada wartawan. Dia bilang, ada sejumlah alasan kenapa Pemerintah mempercepat kawasan swasembada di Merauke. Pertama, untuk meningkatkan stok pangan nasional.

Baca juga : Cak Imin: Pemerintah Komit Perkuat UMKM

“Indonesia harus bisa mandiri, tidak boleh lagi tergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan pokok rakyat,” tegasnya.

Apalagi, target jumlah penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026 mencapai sekitar 82 juta jiwa. Dengan angka sebesar itu, penyerapan produk pangan nasional, terutama beras, diperkirakan meningkat signifikan.

Selain faktor MBG, jumlah penduduk Indonesia terus bertambah, sementara lahan pertanian semakin berkurang. Memang tahun ini stok beras masih surplus sekitar 3 juta ton. Tapi dengan tambahan kebutuhan makanan bergizi, situasi bisa berubah.

Baca juga : Rencanakan Pertemuan Dengan Presiden, Gubernur Riau Dukung Daerah Istimewa Riau

“Penduduk terus bertambah, sementara lahan di Jawa justru menyusut,” ungkap Zulhas.

Kedua, pembangunan kawasan ini juga diarahkan untuk menjadi sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program stimulus ekonomi 8+4+5 yang menekankan pentingnya penciptaan kesempatan kerja. Program ini juga diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi langsung bagi rakyat, khususnya masyarakat Papua Selatan.

Baca juga : Demokrat Bagikan 2.500 Paket Sembako Ke Korban Banjir Bali

Zulhas mengklaim telah mempercepat proses perubahan tata ruang seperti Hak Guna Usaha (HGU) hingga persyaratan administratif lainnya untuk membangun kawasan swasembada.

Dia menargetkan pembebasan lahan untuk swasembada air dan energi di Merauke ini bisa mencapai 1 juta hektar.

“Saya baru dapat Inpresnya 3 minggu, tapi mudah-mudahan sampai akhir bulan selesai,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.