Dark/Light Mode

Prabowo Subianto Dan Perjalanan Pengabdian Atas Kemerdekaan Palestina

Selasa, 23 September 2025 08:34 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Prabowo Subianto melangkah megah di lantai marmer New York, menyampaikan gaung Indonesia di Sidang Umum PBB ke-80 dengan aura yang memukau dunia. Di podium tertinggi peradaban global itu, bangsa Nusantara tampil bukan sekadar penonton, melainkan sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan oleh segenap negara di muka bumi ini. 

Kehadirannya menegaskan bahwa Indonesia adalah sahabat sejati bagi semua bangsa, sekaligus poros perdamaian yang suaranya tak bisa diabaikan. Momentum ini menunjukkan bahwa Indonesia telah beranjak dari stigma negara berkembang menjadi kekuatan yang disegani di dunia internasional.

Diplomasi Bebas Aktif dan Keberanian yang Menggema

Pengabdian Prabowo bukan untuk glorifikasi dirinya, melainkan untuk kemakmuran dan martabat rakyat Indonesia. Ia telah selesai dengan urusan dirinya, ketulusannya mengalir dalam setiap langkah, dari ruang istana hingga forum internasional. Ia datang ke markas PBB membawa pesan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berdiri kokoh di atas prinsip bebas aktif, siap bersahabat dengan siapa pun, tetapi tidak akan tunduk pada siapa pun juga.

Diplomasi yang dijalankannya mencerminkan keberanian luar biasa sekaligus kedalaman visi. Dari keputusan strategis bergabung dengan BRICS yang mengguncang Barat, menghadiri perayaan HUT Tiongkok dengan penuh kehormatan, hingga memilih undangan Presiden Vladimir Putin meski bersamaan dengan tawaran Amerika Serikat. 

Selama bertahun-tahun, publik mengenal Sri Mulyani Indrawati sebagai wajah utama Indonesia di forum-forum ekonomi global. Kini, situasi berbeda. Prabowo Subianto sendiri yang tampil di New York, memasuki forum diplomasi tingkat tinggi dengan penuh keyakinan. 

Baca juga : Menkop: Pemerintah Percepat Proses Pencairan Kredit Ke Kopdes Merah Putih

Ia berbicara bukan hanya soal fiskal atau ekonomi, tetapi menyeluruh tentang posisi dan peran Indonesia dalam percaturan global. Kehadiran ini memperlihatkan bahwa diplomasi Indonesia tidak lagi bergantung pada figur teknokrat, melainkan pada kepemimpinan presiden yang memahami strategi besar bangsa sekaligus arah geopolitik dunia.

Kini ia berdiri gagah di hadapan dunia, menyuarakan keadilan, perdamaian, dan martabat bangsa. Setiap kata yang keluar dari bibirnya adalah manifestasi politik bebas aktif: berani, mandiri, dan berakar pada kepentingan rakyat.

Palestina dan Solusi Perdamaian

Presiden Prabowo menegaskan dengan lantang sikap Indonesia terhadap tragedi kemanusiaan di Palestina. Ia mengutuk pembantaian yang terus terjadi atas rakyat Palestina dan menegaskan bahwa Indonesia akan konsisten berada di garis depan perjuangan bangsa tertindas itu. Namun dalam semangat yang sama, ia juga menekankan bahwa perdamaian abadi hanya dapat tercapai bila kemerdekaan Palestina diakui sepenuhnya dan pada saat yang sama jaminan keamanan bagi negara Israel juga terpelihara.

Prabowo ingin semua negara yang hadir di Sidang Umum PBB, utamanya bangsa Indonesia, bahwa dunia harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza dan menjadikan mengakhiri perang sebagai prioritas bersama.

Deklarasi New York bukan hanya simbol kehadiran Indonesia di panggung dunia, melainkan sebuah jalan damai menuju keadilan dan perdamaian bagi semua pihak. Sekali lagi, two state solution, solusi yang sudah lama, namun tak pernah kuno, digaungkan oleh Prabowo dalam sidang itu.

Baca juga : PM Keir Starmer Umumkan Pengakuan Inggris Terhadap Negara Palestina

Lebih jauh, kesiapan Indonesia untuk memperkuat kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian global, termasuk melalui kehadiran pasukan perdamaian PBB. Dengan sejarah panjang TNI yang telah mengabdi di berbagai misi internasional, Prabowo memastikan bahwa Indonesia tidak sekadar berbicara, tetapi siap bertindak demi kemanusiaan, demi kemerdekaan Palestina, dan demi terjaminnya perdamaian bagi Israel maupun seluruh kawasan Timur Tengah.

Indonesia siap mengambil peran penting menuju perdamaian perdamaian dan kami butuh perdamaian.

Renaissance Man dan Poros Perdamaian Dunia

Inilah yang menjadikan Prabowo lebih dari sekadar pemimpin biasa. Ia adalah figur Renaissance Man dalam arti modern: ditempa oleh disiplin militer, diperkaya pengetahuan geopolitik, diperluas oleh pengalaman lintas budaya, dan dikuatkan oleh ketulusan pengabdian. 

Ia menggabungkan keberanian seorang prajurit, keluasan wawasan seorang intelektual, kepekaan seorang negarawan, dan kerendahan hati seorang pengabdi. Perpaduan ini menjadikannya sosok yang utuh dan adaptif. pemimpin yang dapat menyeimbangkan ketegasan dengan kelembutan, kekuasaan dengan persahabatan.

Indonesia di bawah kepemimpinannya tampil sebagai sahabat sejati bagi semua bangsa. Tidak ada musuh permanen, tidak ada kawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan rakyat dan cita-cita perdamaian dunia. 

Baca juga : Penguatan Peran Satgas BLBI Diyakini Mampu Genjot Pengembalian Kerugian Negara

Dengan 280 juta jiwa yang penuh semangat, kekayaan alam melimpah sebagai anugerah Tuhan, serta sejarah panjang memperjuangkan kemerdekaan, Indonesia kini bukan sekadar negara berkembang, melainkan poros perdamaian global yang suaranya didengar dunia.

Tentu, pemerintahan ini masih berbenah. Kesempurnaan bukan milik manusia. Namun, kepemimpinan diukur bukan dari ketiadaan kesalahan, melainkan dari keberanian menghadapi tantangan. Dan di titik inilah, Prabowo membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang matang, berani, dan berakar kuat pada kepentingan rakyat.

Inilah jalan pengabdian Prabowo Subianto: jalan panjang yang ditempuh dengan tempaan, luka, dan harapan. Dari pasukan elit hingga podium PBB, dari sejarah getir hingga kehormatan bangsa, ia hadir sebagai pemimpin yang utuh, seorang Renaissance Man Indonesia sejati. 

Jalan pengabdian yang menegaskan bahwa bangsa ini sahabat bagi semua, pemimpin di antara negara-negara berkembang, dan poros perdamaian dunia. Tuhan memberkati dan merahmati negara ini dengan keberadaan orang-orang yang tepat di bidangnya masing-masing.

Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si adalah Ketua DPP Partai GOLKAR Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional serta Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.