BREAKING NEWS
 

Atasi Keterbatasan Lahan Hunian Di Jakarta

Pasar Jaya Akan Bangun Rusun Di Atas Lima Pasar

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 29 September 2025 06:25 WIB
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Pandapotan Sinaga. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perumda Pasar Jaya berencana membangun rumah susun (rusun) di atas lima pasar. Program ini diharapkan dapat membantu pedagang dan masyarakat umum Jakarta memiliki tempat tinggal di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta wajib membangun rusun sebanyak-banyaknya untuk mengatasi ke terbatasan lahan. 

Kewajiban tersebut ditegaskan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta Pandapotan Sinaga saat diskusi Balkoters Talkber tajuk “Transformasi Pasar di Kota Jakarta Menuju Kota Global” di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025). 

Baca juga : KPK Sita Aset Lagi Di Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker

Pernyataan ini disampaikan Pandapotan berkaca dari pengalaman saat turun ke lapangan. “Saya melihat orang tidur bergantian karena sempitnya ruang. Padahal, menyediakan tempat tinggal itu kewajiban negara,” katanya. 

Karena itu, sejak 10 tahun lalu, dia menegaskan bahwa pembangunan hunian di Jakarta tidak bisa lagi horizontal, karena lahan tidak pernah bertambah, sedangkan jumlah penduduk terus bertambah. 

Makanya, dia terus mendorong pembangunan pasar dengan konsep rumah susun (rusun) di atasnya. 

Baca juga : Dibantai Atletico, Madrid Lagi Apek

“Kami telah mengeluarkan Peraturan Daerah agar Pasar Jaya dapat membangun rumah susun di atas pasar. Sebab, Jakarta masih kekurangan hunian layak sekitar 250 ribu sampai 300 ribu unit,” ucap politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini. 

Pasar Jaya memiliki banyak lahan yang letaknya sangat strategis. Seperti, Pasar Minggu dan Pasar Senen. Namun, saat ini, konsep tersebut baru terealisasi di Pasar Rumput. “DPRD akan terus mendorong Pasar Jaya membuat terobosan, melalui revitalisasi pasar menjadi hunian layak,” tuturnya. 

Menurut Pandapotan, pembangunan pasar mixed use hunian, membutuhkan dana besar. Namun, dia yakin, jika saling menguntungkan, para investor tertarik untuk bergabung. 

Baca juga : Finish Kedua Di Motegi, Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025

Selain itu, dia mendesak Pasar Jaya melakukan revaluasi aset. Tujuannya, supaya nilai aset naik. Sehingga, ketika melakukan investasi atau pinjaman ke perbankan, nilai ekonomi aset lebih tinggi. 

“Masih ada lahan Pasar Jaya yang dalam pembukuan nilainya berdasarkan harga tahun 1966, sekitar Rp 10 ribu per meter. Padahal, harga sebenarnya sekarang, sudah puluhan juta per meter. Kalau tidak direvaluasi, jelas tidak masuk akal,” bebernya. 

Adsense

Pandapotan menyebut, selain untuk mendukung Jakarta menjadi kota global, pembangunan pasar mixed use hunian ini dapat mengatasi krisis hunian dan sepinya pasar. “Penghuni akan menjadi pelanggan pasar,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense