RM.id Rakyat Merdeka - Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, kini telah memasuki tahap commissioning. Meskipun belum beroperasi dengan kapasitas penuh, proses uji coba fasilitas ini berjalan dengan lancar dan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
“Jadi Rorotan kita sekarang ini sebenarnya sudah mulai melakukan commissioning. Tetapi memang skalanya itu belum skalanya yang besar. Skalanya antara 100 sampai dengan 200 ton,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas pengolahan antara 2.000 hingga 2.500 ton sampah per hari. Namun, dalam tahap awal commissioning, fasilitas ini masih beroperasi dengan skala terbatas, yaitu sekitar 100 hingga 200 ton per hari.
Baca juga : Polri Gelar Gerakan Pangan Murah, Salurkan 1.500 Ton Beras SPHP
"Alhamdulillah sampai hari ini rata-rata commissioning yang dilakukan yang juga kemudian mengundang masyarakat berjalan dengan baik,” tambah Pramono.
Gubernur Pramono menegaskan, target selanjutnya adalah meningkatkan volume sampah yang diolah hingga mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.
Hal ini penting untuk menguji ketahanan sistem sekaligus memastikan bahwa tidak muncul dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, terutama bau tak sedap yang sebelumnya dikeluhkan warga.
Baca juga : Ditolak Warga Rorotan, Ujicoba Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Molor Lagi
“Saya pengen nanti harus pada apa sampai dengan feeder ataupun sampah yang dimasukkan itu di atas 1.000 atau di atas 1.500 (ton) Kalau itu bisa dilakukan dan kemudian tidak menimbulkan efek bau dan sebagainya,” jelasnya.
Pramono juga menekankan pentingnya transparansi dan pelibatan warga dalam proses uji coba ini. Masyarakat diundang untuk melihat langsung proses pengolahan sampah guna memastikan bahwa fasilitas tersebut aman dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan.
"saya yakin pasti apa yang sudah kita lakukan perbaikan di Rorotan dengan memasang deodorizer ternyata memang bisa mengurangi persoalan yang kemudian kemarin dikeluhkan masyarakat," tutup Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.