BREAKING NEWS
 

Puncak Musim Hujan Diramal November Dan Desember

Pemprov DKI Diingatkan Cegah Banjir Sejak Dini

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Jumat, 17 Oktober 2025 06:25 WIB
Anak-anak bermain air banjir yang menggenangi, Gang Adam, Palmerah, Jakarta Barat. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus melakukan upaya mencegah musibah banjir besar terjadi kembali pada akhir tahun ini. Sebab, puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada November-Desember.

Prediksi itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Puncak musim hujan pada akhir tahun itu terjadi di Indonesia bagian barat. 

Curah hujan akan cukup tinggi akibat fenomena La Nina. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada banjir, dan penyebaran penyakit demam berdarah (DBD). 

Baca juga : Soroti Proyek Mangkrak, Pram Konsultasi Ke KPK

Menyikapi prediksi BMKG ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Kevin Wu mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Terutama di wilayah Jakarta Barat (Jakbar), agar tidak kembali terendam banjir seperti sebelumnya. 

“Dari kejadian-kejadian sebelumnya, Jakbar merupakan salah satu wilayah yang terendam banjir. Saya ingat waktu berkunjung ke titik banjir di Kedoya Selatan pada Maret lalu, banjirnya setinggi pinggang orang dewasa,” kata Kevin, Kamis (16/10/2025). 

Banjir tersebut, lanjut dia, mengakibatkan ratusan orang mengungsi dan mengganggu aktivitas warga selama berhari-hari sebelum akhirnya surut. “Karena itu, Pemprov DKI harus memberikan atensi yang juga besar kepada wilayah ini,” pintanya. 

Baca juga : Para Meneer Dipecat PSSI, Kluivert Pergi Tanpa Maaf

Kevin menyoroti kali yang rentan meluap dan mengakibatkan banjir di wilayah itu. Luapan tersebut diakibatkan beberapa hal. Mulai dari kurang memadainya infrastruktur-infrastruktur pengendali air seperti pompa, dan semakin rendahnya tanggul terhadap permukaan air. 

“Dibutuhkan perbaikan dan peningkatan infrastruktur pengendali air untuk menghadapi cuaca yang semakin ekstrem, banjir sangat mungkin terjadi dari waktu ke waktu,” ingatnya. 

Adsense

Dia juga mengatakan, ada faktor lain di balik parahnya banjir di wilayah Jakbar. Salah satunya, penumpukan sampah yang dibuang warga ke kali. “Menyebabkan saluran airnya tersumbat. Ini juga yang membuat air meluap,” jelasnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense