BREAKING NEWS
 

DKI Terapkan 6 Jurus Redam Dampak Buruk

Waspada, Cuaca Ekstrem Bisa Ganggu Fungsi Otak

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 26 Oktober 2025 06:25 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyemprotkan 4.000 liter water mist di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Cuaca ekstrem yang tengah terjadi di Jakarta diramal akan berlangsung sampai bulan depan. Untuk meredam dampak buruk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah menyiapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya, memperluas operasi modifikasi cuaca.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DPRD DKI) Jakarta mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang cepat melakukan mitigasi lintas sektor, saat menghadapi cuaca panas ekstrem.

Langkah cepat ini, dinilai penting karena suhu udara di Jakarta sempat menembus 35 derajat celcius dan diperkirakan bakal bertahan hingga awal November.

Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona, Kompak Sesumbar Menang

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Mujiyono mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah Pemprov DKI dalam mengantisipasi dampak panas ekstrem yang tengah melanda Ibu Kota. Seperti modifikasi cuaca, peningkatan layanan kesehatan, penyemprotan water mist, hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Suhu Darurat di sekolah.

“Hal tersebut merupakan langkah yang tepat, karena panas ekstrem sudah menimbulkan dampak langsung bagi kesehatan warga,” kata politisi Partai Demokrat ini, Senin (20/10/2025).

Dia menilai, panas ekstrem bukan sekadar bikin gerah. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan dehidrasi, heatstroke, bahkan gangguan jantung, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan.

Baca juga : Kerugian Kasus Rumdin DPR, KPK Dan BPKP Mulai Menghitung

Bahkan, Mujiyono mengingatkan, World Health Organization (WHO) menegaskan, paparan panas ekstrem dapat mengganggu fungsi otak dan organ vital manusia. “Pemerintah harus hadir, saat warga membutuhkan perlindungan. Ini soal keselamatan dan kesehatan publik,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Jakarta pada Rabu (16/10/2025) mencapai 35 derajat celcius, dengan kisaran suhu harian 26–34 derajat. Bahkan, pada 14 Oktober 2025, suhu sempat menembus 37 derajat di beberapa titik.

BMKG memprediksi, kondisi panas ini masih akan bertahan hingga awal November akibat penguatan monsun Australia dan minimnya kelembapan udara.

Baca juga : Formula 1, Persaingan Di Puncak Klasemen Makin Sengit

Menindaklanjuti situasi ini, Pemprov DKI telah menyiapkan sederet langkah strategis. Pertama, modifikasi cuaca. Kedua, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI dan BMKG memperluas operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengatur distribusi curah hujan, dan mengantisipasi dampak panas ekstrem.

Ketiga, layanan Kesehatan: Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam menangani kasus dehidrasi, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan heatstroke. Edukasi publik juga digencarkan agar warga menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas luar ruangan.

Adsense

Keempat, penghijauan dan water mist: Dinas Pertamanan dan Dinas Lingkungan Hidup mempercepat penanaman pohon serta penyemprotan water mist pada jam puncak panas, untuk menurunkan suhu mikro dan menambah oksigen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense