Sebelumnya
Kelima, SOP Sekolah: Dinas Pendidikan menerapkan prosedur darurat suhu panas di sekolah untuk melindungi peserta didik dari paparan langsung sinar matahari.
Keenam, pemberdayaan Masyarakat: Kolaborasi dengan komunitas lingkungan dan transportasi dilakukan guna mendorong perilaku adaptif, seperti mengurangi emisi kendaraan dan menjaga ruang hijau.
BPBD DKI memastikan, fenomena panas yang terjadi saat ini bukan gelombang panas (heatwave) seperti di negara subtropis. Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji menjelaskan, peningkatan suhu ini disebabkan posisi semu matahari yang sedang berada di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jakarta.
Baca juga : Real Madrid Vs Barcelona, Kompak Sesumbar Menang
Akibatnya, intensitas penyinaran matahari meningkat tajam. “Selain itu, kondisi atmosfer yang cerah berawan, membuat radiasi matahari terasa langsung di permukaan,” kata Isnawa.
BPBD mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas fisik berat pada pukul 10.00–16.00 WIB, menggunakan pelindung diri seperti topi dan payung, serta memperbanyak minum air putih. “Selain itu, jangan membakar sampah sembarangan, karena bisa memperburuk kualitas udara di tengah suhu panas yang tinggi,” tandasnya.
Anggota DPRD DKI
Mujiyono mendorong Pemprov untuk menyiapkan tempat teduh, shelter sejuk, dan air minum gratis di area publik seperti pasar, halte, serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Baca juga : Kerugian Kasus Rumdin DPR, KPK Dan BPKP Mulai Menghitung
Dia juga meminta perhatian khusus bagi para pekerja yang terpapar langsung matahari, seperti petugas kebersihan, ojek online, dan pedagang kaki lima. Seperti, menyediakan ruangan aman untuk istirahat. “Pemerintah harus hadir lewat aksi nyata di lapangan,” tandas Mujiyono.
Gubernur DKI Pramono Anung telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat menghadapi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Jakarta. Ia meminta jajarannya memastikan, kesehatan dan keselamatan warga jadi prioritas utama.
“Kami memahami situasi ini tidak mudah bagi masyarakat. Karena itu, mitigasi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, menjadi fokus kami. Yang utama, keselamatan dan kesehatan warga Jakarta,” ujar Pram di Balai Kota, Jumat (17/10/2025).
Baca juga : Formula 1, Persaingan Di Puncak Klasemen Makin Sengit
Pram menyarankan warga untuk disiplin menjaga diri. “Minum air putih yang cukup, kurangi aktivitas di luar ruangan, dan manfaatkan ruang publik yang lebih sejuk,” ujarnya.
Warga juga diimbau memantau informasi resmi dari BMKG, dan melapor melalui layanan 112 jika menemukan kondisi darurat. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.