RM.id Rakyat Merdeka - Petugas Pertahanan Sipil (Hansip) di Cakung bernasib naas, tewas ditembak maling saat ingin menggagalkan pencurian motor warganya. Kabar terbaru, kepolisian berhasil membekuk para pelaku di kapal ferry saat ingin kabur ke Lampung.
Sejumlah pria tak berseragam melangkah cepat menuju kapal Ferry yang akan menuju Lampung dari Pelabuhan Bakauheni, Merak, Banten. Mereka memburu seseorang.
Langkah mereka terhenti di dekat sebuah mobil Toyota Avanza, di parkiran kapal ini. Para pria tersebut, kontan menyuruh salah satu penumpang, untuk keluar dari mobil berkelir putih itu.
Ujung-ujungnya, para pria itu, memborgol seorang lelaki berkaos kuning kunyit. Sejurus kemudian, para polisi tak berseragam itu, menggelandang lelaki itu turun dari kapal Ferry, untuk dibawa ke Markas Polda Metro Jaya, Jakarta.
Baca juga : Kasus Kuota Haji, KPK Periksa 350 Travel
Demikian isi video yang Rakyat Merdeka terima, mengenai penangkapan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terhadap terduga maling motor yang menembak seorang anggota Hansip hingga meninggal.
Penangkapan dilakukan dalam waktu 12 jam setelah peristiwa penembakan, saat pelaku hendak melarikan diri menuju Lampung. Demikian keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Minggu (9/11/2025).
Peristiwa maling menembak seorang Hansip yang berupaya menggagalkan pencurian motor di Cakung Barat, Jakarta Timur, tidak boleh dianggap remeh.
Karena, satu nyawa pun sangat berharga. Pencegahan perlu diupayakan lebih serius, agar tak ada lagi kejadian serupa. Mengingat, banyak pencurian motor di kota besar, seperti Jakarta. Karena itu, Anggota Komisi A DPRD DKI Kevin Wu mendukung Polda Metro Jaya mengembangkan penanganan kasus ini, guna mengetahui sumber senjata api (senpi) rakitan dan penyebarannya, untuk melakukan penegakan hukum yang tuntas hing ga ke akar-akarnya.
Baca juga : Antonio Conte Kena Sindrom Musim Kedua
“Supaya, peristiwa serupa tidak terulang. Jangan sampai situasi di Jakarta menjadi darurat senpi rakitan,” tandas politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, Selasa (11/11/2025).
Kevin juga mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum Hansip itu. Baginya, sang Hansip berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan lingkungannya, sampai menjadi korban penembakan.
“Saya berharap pihak Kepolisian memproses hukum para pelaku sampai tuntas, sehingga memberikan keadilan kepada korban beserta keluarganya,” ujarnya.
Kevin juga meminta Pemprov DKI dan pihak Kepolisian meningkatkan koordinasi beserta kesiapsiagaan, agar bisa melakukan pencegahan. Salah satunya, dengan meningkatkan patroli untuk melindungi seluruh warga.
Baca juga : Tumbangkan Tuan Rumah, Ubed Masuk Babak Utama
“Warga juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dalam lingkup RT/RW masing-masing, apabila menemukan perilaku-perilaku atau kejadian-kejadian yang mencurigakan di lingkungannya,” sarannya.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, senjata api yang digunakan tersangka R merupakan rakitan. “Kami sedang mendalami sumber senpi tersebut, dari mana diperolehnya. Kami melakukan pengembangan,” jelasnya.
Hansip bernama Atim Suhara (42) meninggal, setelah ditembak maling, saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor warga. Peristiwa ini terjadi di Jalan Pelajar, Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu (8/11/2025), sekitar pukul 3.30 WIB.
Menurut Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, kejadian itu berawal dari aksi pelaku, PS dan R mencuri motor yang diketahui sang Hansip melalui closed circuit television (CCTV). [IMM/DRS/DAF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.