BREAKING NEWS
 

Kisah Di Balik Ledakan SMAN 72

Remaja Pelaku Peledakan Bom Menderita Kesepian

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 13 November 2025 06:25 WIB
Suasana di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pasca ledakan. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

 Sebelumnya 
Hal ini jadi sorotan Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina. Elva mengaku sering menerima aspirasi, bahkan dari anak-anak yang masih sekolah, bahwa mereka sangat membutuhkan tempat untuk bercerita atau mencurahkan isi hati (curhat). 

Menurut Elva, ruang untuk bercerita sangat penting bagi anak dalam masa pertumbuhannya, untuk bisa mengekspresikan perasaan mereka, dan mendapatkan perasaan empati dari pihak lain. 

“Dengan begitu, anak-anak tidak kesepian ketika melalui masa-masa pertumbuhannya. Karena itu, peran bimbingan konseling di sekolah-sekolah harus diperkuat,” katanya, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (12/11/2025). 

Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, Elva meminta Pemprov DKI meningkatkan kemampuan guru-guru Bimbingan Konseling (BK). Misalnya, dengan cara memberikan pelatihan penanganan pertama pada kesehatan mental anak di lingkungan sekolah. Sehingga, murid merasa nyaman menyampaikan keluh kesahnya. “Dalam beberapa kasus, murid sungkan bertemu guru bimbingan konselingnya. Jangan sampai ini berkelanjutan,” ujarnya. 

Baca juga : Kasus Penyelenggaraan Haji, KPK Bidik Kasus Baru Terkait Fasilitas Jemaah

Menurutnya, isu kesehatan mental juga harus diperhatikan dalam sistem pendidikan. Pasalnya, pendidikan bukan hanya mengenai kecerdasan intelektual. Namun, perlu memperhatikan juga kondisi mental masing-masing murid. 

“Harapannya, sistem pendidikan mampu membentuk pribadi yang bukan hanya mempunyai kecerdasan intelektual, tapi juga menjadi generasi yang mempunyai empati dan welas asih terhadap sesama,” tutur Elva. 

Sebelumnya, Pemprov DKI telah memperluas layanan kesehatan mental. Tidak hanya di Puskesmas, layanan mental juga disediakan di Posyandu. 

“Jakarta terus memperluas layanan kesehatan mental, dari penyediaan psikolog di Puskesmas, konsultasi daring hingga penguatan peran Posyandu dan kader kesehatan di tingkat masyarakat,” kata Wakil Gubernur DKI Rano Karno, Senin (6/10/2025). 

Baca juga : Moldova Vs Italia, Gli Azzurri Santai Sambil Berharap

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga menyediakan layanan konseling kesehatan mental secara online, melalui JakCare. Layanan JakCare dirancang untuk memberikan bantuan awal bagi individu yang mengalami masalah kesehatan jiwa, tanpa perlu datang langsung ke Puskesmas atau rumah sakit. 

Masyarakat dapat mengaksesnya secara gratis melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini), atau menghubungi 0800-1500-119. 

UU Perlindungan Anak 

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanudin menyatakan, pihaknya telah meminta keterangan 20 saksi untuk memberikan keterangan terkait ledakan tersebut. 

Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang dikumpulkan, Kepolisian menduga terdapat perbuatan melawan hukum yang melanggar Pasal 80 Ayat 2 Juncto 76C Undang-Undang Perlindungan Anak, maupun Pasal 355 KUHP dan Pasal 187 KUHP, serta Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia. 

Baca juga : Putus Tren Buruk Tur Eropa, Jorji Unjuk Gigi Di Jepang

Sementara itu, menurut Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror AKBP Mayndra Eka Wardhana, F tidak terafiliasi dengan organisasi teroris manapun, lokal maupun internasional. 

“Sampai saat ini, tidak ditemukan aktivitas terorisme yang dilakukan ABH. Ini murni tindakan kriminal umum,” kata Mayndra di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). [DRS/IMM/DAF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense