BREAKING NEWS
 

Antisipasi Cuaca Ekstrem Hingga Februari 2026

DKI Akan Keruk Sungai Dan Siagakan Pasukan Pelangi

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 16 November 2025 06:25 WIB
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat mengeruk endapan lumpur di Kali Krukut, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan program untuk antisipasi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya, akan mengeruk 1.803 titik sungai dan waduk sebagai upaya meminimalisir banjir.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Ida Mahmudah mendukung langkah Pemprov tersebut, karena pengerukan sungai dan waduk dapat meminimalisir banjir.

Sebagai bentuk dukungan, Ida mengaku siap melakukan pengawasan, agar pengerukan di banyak titik sungai dan waduk itu, betul-betul dilaksanakan Dinas-Dinas terkait di bawah Pemprov DKI.

Baca juga : KPK Sita Sepeda, Jam Tangan Dan Mobil Mewah

“Ketua Komisi D, Ibu Yuke Yurike sudah menginstruksikan agar para anggota Komisi D turun ke daerah pemilihannya masing-masing, untuk mengawal program penanganan banjir,” ujar Ida.

Dia juga mendorong Kepala Dinas terkait hingga Lurah lebih aktif menjalankan program penanggulangan banjir. “Jangan sampai Gubernurnya semangat, jajaran bawahnya tidak,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (15/11/2025).

Tidak hanya dalam pengerukan sungai atau waduk, lanjut Ida, got atau saluran air di permukiman juga harus rutin dibersihkan.

Baca juga : Italia Vs Norwegia, Misi Harga Diri

“Lurah harus mewajibkan RT/RW di wilayahnya untuk kerja bakti, salah satunya membersihkan saluran air,” tegasnya.

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Jakarta berpotensi dilanda curah hujan tinggi pada November 2025 hingga Februari 2026.

Sebagai bentuk kesiapan menghadapi musim hujan, menurut Gubernur DKI Pramono Anung, Pemprov telah menyiapkan sejumlah langkah utama, antara lain: mengeruk 1.803 titik sungai dan waduk, dengan volume mencapai 721.243 meter kubik, untuk meningkatkan daya tampung air; menyiapkan 560 pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 pompa mobile di seluruh wilayah administrasi; menyediakan 258 ekskavator, 449 dump truck, serta sarana pendukung lainnya; membangun tujuh rumah pompa dan pintu air untuk mengantisipasi banjir rob.

Adsense

Baca juga : Selangkah Lagi, Gregoria Juara Japan Masters 2025

Kemudian, menerapkan nature-based solution dalam pembangunan waduk, situ, dan embung; melakukan penebangan dan penopingan 62.161 pohon yang berisiko tumbang; menyiagakan Pasukan Pelangi lintas dinas untuk pemantauan dan penanganan cepat di lapangan; mengintensifkan sosialisasi dan edukasi cuaca ekstrem kepada masyarakat agar selalu memperbarui informasi perkiraan cuaca, sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense