BREAKING NEWS
 

DPRD DKI Dukung Sopir Mikrotrans Disekolahin Di Transjakarta Academy

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 17 November 2025 12:06 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ). Foto: DPRD DKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) mendukung rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan mewajibkan seluruh sopir Mikrotrans mengikuti pelatihan di Transjakarta Academy.

Anggota Komisi B ini menyebut, banyaknya keluhan terhadap sopir Mikrotrans ini jadi perhatian legislatif. Diungkap MTZ, dirinya kerap menerima laporan banyak sopir Mikrotrans yang tidak berhenti di bus stop, cenderung untuk ngebut, tidak mengambil penumpang, tidak ramah, merokok saat berkendara dan lain sebagainya.

“Jadi intinya memang sudah harus diperbaiki dan saya menyambut baik kalau misalnya Gubernur mengatakan sopir Mikrotrans ditata ulang, dilatih dan lain-lainnya,” kata MTZ kepada Rakyat Merdeka, Senin (17/11/2025).

Baca juga : Banjir Keluhan, Sopir Mikrotrans Wajib Ikut Pelatihan Ulang

Namun diingatkan dia, harus diperhatikan juga faktor penyebab kurang baiknya sikap sopir Mikrotrans. Dibeberkan MTZ, selama ini upah atau gaji sopir Mikrotrans dihitung per kilometer atau jarak tempuh. Sehingga dia cenderung untuk memanjangkan kilometernya agar cepat selesai.

“Misalnya targetnya 30 kilometer, maka dia akan ngebut, pokoknya secepat-cepatnya mencapai 30 kilometer. Sehingga dia cenderung untuk mengabaikan orang yang menyetop. Jadi, ugal-ugalan atau sopir ngebut ya salah satunya karena dia ngejar target jarak tempuh,” jelasnya.

Adsense

Kondisi ini hampir mirip dengan angkot konvensional. Mikrotrans kejar jarak tempuh dengan ngebut dan mengabaikan penumpang. Sedangkan angkot konvensional ngebut untuk kejar setoran dengan banyak-banyakan penumpangan.

Baca juga : Gubernur Pramono Ngeper Mau Naikkin Tarif Transjakarta

Karena itu, MTZ mengusulkan sistem ini harus dikombinasikan atau dicari lagi solusi yang menengahnya.

“Dalam satu hari itu selain menempuh 30 kilometer, mereka juga harus membawa 300 penumpang, misalnya. Jadi dia juga dituntut untuk mengangkut penumpang, kalau nggak ada perubahan,” tutur dia.

Ditambahkan dia, Mikrotrans ini hadir untuk melayani masyarakat kecil. Gratis dan menjangkau pemukiman warga.

Baca juga : CAAIP Dukung Pemerintah Naikkan Status Akademik STIP Jakarta

“Tapi kemudian kalau ternyata ada sopir yang merusak sistem tersebut dengan cara ugal-ugalan atau kemudian tidak mau diatur, ya nggak usah kerja di sana, dipecat saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI mewajibkan seluruh sopir Mikrotrans mengikuti pelatihan di Transjakarta Academy ini buntut banyaknya keluhan terhadap perilaku dan kinerja sopir angkot gratis yang disediakan Pemprov DKI tersebut.

Data Transjakarta per 12 November 2025, sepanjang Januari–Oktober 2025, ada 1.127 laporan keluhan terkait sopir Mikrotrans. Rinciannya, 68 persen karena ugal-ugalan, 22 persen bersikap tidak ramah dan 10 persen membawa keluarga saat bertugas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense