Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Ngeper Mau Naikkin Tarif Transjakarta

Senin, 10 November 2025 16:02 WIB
Penumpang menunggu bus di halte Transjakarta. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Penumpang menunggu bus di halte Transjakarta. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku masih bimbang terkait rencana kenaikan tarif bus Transjakarta karena menuai pro dan kontra di masyarakat.

Pramono mengatakan bahwa pihaknya belum mengambil keputusan final karena ingin memastikan kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan publik secara menyeluruh.

"Tapi tadi yang paling utama sebenarnya Rp 3.500-nya. Cuma ini gubernurnya lagi bimbang,” ujar Pramono saat sambutan di Gedung Transjakarta, Jakarta Timur, Senin (10/11/2025). 

Baca juga : Gubernur Pramono Anung Restui Achmad Azran Maju Ketua KONI DKI

Menurut Pramono, ia terus memantau respons masyarakat, baik melalui media maupun akun media sosial pribadinya. Ia menegaskan bahwa kebijakan publik harus mempertimbangkan suara warga secara terbuka dan adil.

“Jadi, saya terus terang sejak apa, mewacanakan apakah naik atau enggak, memang benar-benar di ruang publik itu terbelah,” tuturnya.

Gubernur DKI itu menegaskan, dirinya selalu terbuka terhadap berbagai masukan yang datang dari masyarakat. Setiap tanggapan, baik yang mendukung maupun menolak, menurutnya penting untuk menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Baca juga : Gubernur Pramono: Perawatan Korban Ledakan di SMAN 72 Ditanggung Pemprov DKI

“Saya lagi betul-betul mempertimbangkan, nanti pada saatnya saya akan memutuskan keputusan yang terbaik untuk kita semua,” tegasnya.

Sebagai informasi, tarif Transjakarta saat ini masih di angka Rp 3.500 per penumpang. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza sebelumnya menyebutkan rencana kenaikan tarif wajar karena subsidi terus menurun setiap tahun.

"Jadi kalau kita lihat sih, di 2024 itu subsidi per pelanggannya Rp 9.700. Kalau dilihat dari tahun 2022, karena 2022 masih ada COVID-nya, itu sebenarnya sudah turun dari Rp 16 ribu, terus Rp 11.400, ke Rp 9.700," kata Welfizon di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Baca juga : Gubernur Pramono: Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta Masih Sebatas Kajian

Menurutnya, tanpa subsidi dari Pemerintah, tarif Transjakarta seharusnya mencapai sekitar Rp 13 ribu per penumpang. Namun, masyarakat hanya perlu membayar Rp 3.500 berkat subsidi pemerintah daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.