BREAKING NEWS
 

Warga Jakarta Harus Berani Laporin Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Kamis, 4 Desember 2025 09:08 WIB
Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA). (Foto: Humas Pemkot Jaksel)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho mengimbau masyarakat untuk berani melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (HAKTPA) yang digelar Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAP) Jakarta Selatan.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk para kader PKK yang menjadi garda terdepan Pemerintah untuk berani bersuara. Sekaligus menyuarakan jangan takut untuk lapor (jika temukan tindak kekerasan pada anak dan perempuan), karena hak anda dilindungi dan dijamin oleh Pemprov DKI Jakarta," ujar Ali dalam keterangan resmi (3/12/2025). 

Baca juga : Warteg Jakarta Suarakan Penolakan, Minta DPRD Perjelas Aturan KTR

Ali mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius. Hingga hari sebelumnya, tercatat 410 laporan kasus kekerasan diterima Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPPA Jakarta Selatan.

“Saya yakin, ini merupakan sebuah gunung es yang sebenarnya masih banyak yang belum berani melapor,” ucap Ali.

Adsense

Ia menekankan bahwa kampanye HAKTPA menjadi langkah strategis untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. 

Baca juga : Dirjen Bina Adwil Pastikan Bantuan Pusat ke Aceh Tersalurkan dengan Cepat

Kegiatan kampanye ini diikuti 155 peserta, terdiri dari kader PKK, Dasa Wisma, pengelola RPTRA, FKUB, FKDM, LMK, pengurus RT/RW, serta pendamping penyandang disabilitas. 

Lebih lanjut, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa kampanye HAKTPA 2025 dimulai sejak 22 November, salah satunya melalui pemasangan stiker edukasi di moda transportasi umum dan fasilitas publik.

“Sampai hari ini tren aduannya naik 10 persen dari tahun kemarin, kita menyikapi bahwa kenaikan ini berarti masyarakat sudah berani speak up,” ujarnya.

Baca juga : Kasus Kekerasan Anak Dan Perempuan Melonjak

Ia juga memaparkan berbagai program strategis yang telah dijalankan Pemprov DKI untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Program tersebut mencakup Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos Sapa), pengembangan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) percontohan, relawan KRPPA, hingga pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah yang bekerja sama dengan Suku Dinas Pendidikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense