BREAKING NEWS
 

Babat 109 Tiang Monorel Mangkrak 21 Tahun

Langkah Pramono Anung Tepat Dan Paling Realistis

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 18 Januari 2026 06:30 WIB
Tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dipotong menggunakan alat las. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiang monorel mangkrak selama 21 tahun di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya dibongkar. Keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tersebut dinilai tepat dan realistis. Selain di jalur yang sama sudah ada moda transportasi Light Rail Transit (LRT), tiang monorel itu merusak estetika kota.

Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta mulai membongkar 109 tiang monorel yang 21 tahun mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu pagi (14/1/2026). 

Awal pembongkaran yang dimulai di kawasan Halte LRT Setia Budi ini, antara lain dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan mantan Gubernur DKI Sutiyoso

Baca juga : Beras Satu Harga, Bisakah Diterapkan Di Seluruh Daerah?

Sebagai informasi, tiang-tiang monorel itu dibangun saat Sutiyoso masih menjadi Gubernur Jakarta, sekitar 21 tahun lalu. 

Dalam kegiatan ini, Sutiyoso pun turut menyampaikan sambutan. “Hati saya lega sekali dengan adanya kepastian yang dicanangkan Pak Gubernur Pramono pada pagi ini," kata Sutiyoso, seperti dilaporkan reporter Rakyat Merdeka yang meliput acara ini. 

Kemudian, Sutiyoso mengenang munculnya ide pembangunan monorel Jakarta, yang berangkat dari keprihatinannya terhadap kemacetan Ibu Kota pada awal tahun 2000-an. 

Baca juga : City Rebut Kapten Palace

Ia menyebut, gagasan tersebut lahir dari kajian panjang bersama para pakar transportasi. 

"Saya kumpulkan pakar-pakar transportasi dari beberapa universitas, untuk merancang jaringan transportasi makro Ibu Kota," katanya. 

Dari hasil kajian tersebut, Sutiyoso memutuskan sistem transportasi makro Jakarta harus saling terintegrasi, terdiri dari empat moda. 

Baca juga : Juara Hobart International, Janice Tjen Pede Hadapi Turnamen Grand Slam

"Moda yang paling besar adalah MRT di bawah tanah, monorel di atas, busway 15 koridor di bawah, dan ada alternatif yang namanya waterway," jelasnya. 

Ia menegaskan, seluruh moda tersebut dirancang agar saling terhubung, sehingga memudahkan mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. “Sehingga, rakyat Jakarta dan sekitarnya, dari titik mana mau ke mana, pasti dapat transportasi makro," katanya. 

Adsense

Namun, menurut Sutiyoso, kondisi sosial ekonomi pasca kerusuhan Mei 1998, membuat kepercayaan investor belum pulih sepenuhnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense