Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bangun 238 Ribu Rumah Terdampak Bencana, Pemerintah Siapkan 8 T
Sabtu, 17 Januari 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mencatat sebanyak 238 ribu rumah mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk membangun dan memperbaiki ratusan ribu rumah tersebut, negara perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 triliun.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Rapat dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas dan dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
AHY menyebutkan, berdasarkan pendataan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), total rumah terdampak bencana di wilayah Sumatera bagian utara mencapai 238.783 unit. “Per hari ini dapat kami laporkan, total rumah terdampak hingga 14 Januari 2026 sebanyak 238.783 unit,” ujar AHY.
Baca juga : Kasus Ijazah Jokowi, Eggy-Damai Distop, Roy Suryo Cs Lanjut
Ia merinci, jumlah kerusakan terbanyak berada di Aceh sebanyak 208.693 unit, disusul Sumatera Utara 24.294 unit, dan Sumatera Barat 5.796 unit.
AHY memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak mencapai sekitar Rp 8,2 triliun. Angka tersebut belum termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar lainnya.
“Sementara untuk infrastruktur dasar, berdasarkan laporan Menteri PU, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 51,8 triliun,” jelas Ketua Umum Partai Demokrat itu.
AHY menambahkan, pembangunan rumah bagi warga terdampak sudah mulai dilakukan. Pemerintah pusat, katanya, akan terus memantau proses dan perkembangan di lapangan, termasuk memastikan percepatan pengerahan alat berat serta koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca juga : NasDem Dorong Agar Masa Pendidikan Bisa Dipangkas
“Kami menyarankan agar proses ini benar-benar dikawal melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, baik reguler maupun insidental, di Jakarta maupun langsung di lapangan,” ujarnya.
Terkait persoalan pertanahan, AHY menyebut pemerintah memprioritaskan rehabilitasi hulu daerah aliran sungai serta mendahulukan relokasi rumah di wilayah yang benar-benar tidak memungkinkan untuk dibangun kembali. Karena itu, dibutuhkan ketersediaan lahan dengan status yang clean and clear untuk pembangunan hunian tetap.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan pemulihan pascabencana. Ia menyebut bencana hidrometeorologi tersebut berdampak besar pada 52 kabupaten/kota.
“Per 14 Januari 2026, jumlah korban hilang tercatat 141 orang. Awalnya pengungsi mencapai lebih dari 2 juta orang, kini tersisa sekitar 131.500 jiwa,” kata Tito.
Baca juga : Tiga Ribu Kader Banteng Lompat Pagar Ke Golkar
Kerusakan juga melanda berbagai fasilitas umum, seperti jembatan, sarana pendidikan, kesehatan, hingga rumah ibadah. Total rumah rusak menurut data Kemendagri mencapai 175.050 unit, terdiri atas 75.653 rusak ringan, 45.085 rusak sedang, dan 53.412 rusak berat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya